KediriNews.com – Sebuah peristiwa yang menghebohkan warga Kecamatan Kota terjadi pada 7 Desember 2025. Makanan yang ditinggalkan tanpa tutup di area umum tiba-tiba dikoyok semut dalam jumlah besar. Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat setempat dan pengunjung, agar lebih waspada dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menyimpan makanan dengan benar.
Fenomena Semut yang Menggerogoti Makanan
Semut memiliki indra penciuman yang sangat tajam, sehingga mereka bisa mendeteksi aroma makanan dari jarak yang cukup jauh. Ketika seekor semut pekerja menemukan makanan, ia akan kembali ke sarangnya sambil meninggalkan jejak feromon, sebuah zat kimia yang memandu semut lain untuk mengikuti rute yang sama menuju sumber makanan tersebut. Jejak feromon ini bertindak sebagai sinyal bagi semut-semut lainnya, yang kemudian akan berkerumun di sekitar makanan dalam jumlah besar.
“Perilaku ini merupakan bagian dari strategi bertahan hidup yang efisien, di mana kerjasama dan koordinasi antarsemut memastikan bahwa makanan dapat diangkut ke sarang dengan cepat dan aman,” ujar ahli biologi, Dr. Siti Aminah, dalam wawancara dengan REPUBLIKA.CO.ID.
Tips Pencegahan yang Efektif
Untuk mencegah makanan dikerubuti semut, ada beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan. Pertama, menjaga kebersihan lingkungan adalah langkah utama. Pastikan area dapur selalu bersih dan bebas dari sisa makanan. Segera bersihkan remah-remah yang jatuh ke lantai atau meja setelah selesai makan. Selain itu, pastikan juga untuk membersihkan peralatan masak dan makan setelah digunakan.
Kedua, simpan makanan dalam wadah tertutup. Gunakan wadah kedap udara untuk menyimpan makanan. Semut dapat mencium aroma makanan dari jarak jauh, sehingga penting untuk memastikan bahwa makanan tersimpan dalam wadah yang rapat. Pilih wadah berbahan kaca atau plastik berkualitas untuk memastikan semut tidak dapat menjangkaunya.
Peringatan dari BPOM dan BGN
Tidak hanya soal semut, keamanan makanan juga menjadi perhatian serius. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melaporkan adanya 31 kasus keracunan massal akibat konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini membuat Badan Gizi Nasional (BGN) langsung memasang target nol kasus keracunan di seluruh Indonesia.
“SOP tindakan apabila terjadi keracunan makanan, ini semuanya sudah didetailkan. Sehingga kami targetnya itu zero, tidak ada lagi terjadi keracunan-keracunan makanan di seluruh SPPG (Satuan Pelaksana Program Gizi) di manapun di Indonesia,” kata Tengku Syahdana, Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN, dalam webinar BPOM, Kamis (21/8/2025).
Langkah-Langkah Pencegahan yang Harus Diambil
Berikut adalah beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan oleh masyarakat:
-
Jaga Kebersihan Lingkungan
Bersihkan area dapur secara rutin, terutama setelah makan. Jangan biarkan sisa makanan menumpuk di lantai atau meja. -
Simpan Makanan dengan Benar
Gunakan wadah kedap udara untuk menyimpan makanan, terutama bahan-bahan yang mudah rusak atau berbau. -
Gunakan Campuran Alami untuk Menghilangkan Jejak Feromon
Campuran cuka dan air dapat digunakan untuk menghilangkan jejak feromon semut. Semprotkan campuran ini ke permukaan yang sering dikunjungi semut. -
Lakukan Pemeriksaan Berkala
Pastikan makanan yang disimpan tetap segar dan tidak terkontaminasi. Jika ditemukan tanda-tanda tidak layak, segera hentikan distribusi.
Kesimpulan
Kejadian makanan yang dikoyok semut di Kecamatan Kota pada 7 Desember 2025 menjadi peringatan penting bagi masyarakat. Tidak hanya tentang kebersihan, tetapi juga kesadaran akan risiko makanan yang tidak tersimpan dengan baik. Dengan mengikuti langkah-langkah pencegahan yang telah disebutkan, masyarakat dapat mengurangi risiko semut mengganggu makanan dan menjaga kesehatan serta kebersihan lingkungan.
#MakananDikoyokSemut #KebersihanLingkungan #PencegahanSemut #KecamatanKota #MakananAman
[IMAGE: Wadah makanan yang tertutup rapat]
