KediriNews.com – Di tengah semangat menjaga kearifan lokal, masyarakat Kecamatan Mojoroto, Kabupaten Kediri, akan merayakan tradisi unik dengan memperkenalkan Ledre Pisang, camilan khas yang memiliki aroma pisang raja dan tekstur tipis renyah. Acara ini akan digelar pada 15 Juni 2025, sebagai bentuk apresiasi terhadap warisan budaya yang telah lama dijaga oleh generasi sebelumnya.
Ledre Pisang adalah salah satu variasi dari Ledre, jajanan tradisional yang berasal dari Bojonegoro. Menurut cerita turun-temurun, Ledre lahir pada masa peralihan kekuasaan antara penjajahan Belanda dan Jepang, sekitar tahun 1943. Saat itu, masyarakat kesulitan memperoleh bahan pangan, sehingga mereka mulai mengolah pisang menjadi camilan yang tahan lama dan bisa dijual. Nama “Ledre” diambil dari suara “ledrek” atau “letrek” saat adonan tipis ditempelkan ke wajan panas, menandakan bahwa camilan tersebut sudah matang dan renyah.
“Ledre Pisang bukan hanya sekadar camilan, tapi simbol perjuangan dan kreativitas masyarakat. Dengan aroma pisang raja yang khas dan tekstur renyah, Ledre Pisang menggabungkan rasa tradisional dengan sentuhan modern,” ujar Ibu Siti, salah satu pengrajin Ledre di Mojoroto.
- Sejarah dan Perkembangan Ledre Pisang
- Ledre Pisang pertama kali muncul sebagai solusi makanan sederhana untuk keluarga miskin.
- Awalnya, Ledre hanya dibuat dari ketan dan gula aren, namun seiring waktu, masyarakat mulai menambahkan bahan-bahan lokal seperti pisang.
-
Kecamatan Mojoroto menjadi pusat produksi Ledre Pisang karena ketersediaan pisang raja yang melimpah dan iklim yang cocok untuk pengolahan bahan alami.
-
Proses Pembuatan Ledre Pisang
- Bahan utama adalah tepung ketan, gula aren, dan potongan pisang raja.
- Adonan dicampur hingga lembut, lalu dibentuk tipis dan digoreng hingga renyah.
-
Setelah matang, Ledre Pisang diberi taburan gula aren atau gula pasir sesuai selera.
-
Rasa dan Keunikan Ledre Pisang
- Rasanya manis dengan aroma pisang yang kuat dan tekstur renyah.
- Berbeda dengan Ledre biasa, Ledre Pisang memiliki rasa yang lebih segar dan tidak terlalu manis.
- Cocok disantap sebagai camilan sore hari atau dikemas dalam kemasan khusus untuk dijual di pasar tradisional.
Acara 15 Juni 2025 akan menjadi momen penting bagi masyarakat Mojoroto untuk menampilkan kekayaan kuliner daerah mereka. Tidak hanya sebagai ajang promosi, acara ini juga bertujuan untuk melestarikan warisan budaya yang semakin langka akibat perkembangan teknologi dan gaya hidup modern.
“Dengan acara ini, kami berharap Ledre Pisang bisa dikenal lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kami juga ingin mengajak generasi muda untuk lebih menghargai jajanan tradisional,” tambah Ibu Siti.
Selain Ledre Pisang, acara ini juga akan menampilkan berbagai jenis jajanan pasar tradisional lainnya, seperti nagasari, kue cubit, dan kue pancong. Hal ini bertujuan untuk menciptakan ruang interaksi antara pengrajin dan konsumen, serta memberikan peluang bisnis bagi UMKM lokal.

Pada acara tersebut, masyarakat juga akan diajak untuk ikut serta dalam proses pembuatan Ledre Pisang, sehingga mereka dapat memahami lebih dalam tentang teknik dan filosofi di balik pengolahan bahan alami. Selain itu, ada pula demonstrasi cara penyajian dan penyimpanan Ledre Pisang agar tetap renyah dan tahan lama.
“Kami juga akan menyediakan workshop untuk para pemuda yang tertarik menggeluti usaha jajanan tradisional. Kami percaya bahwa dengan pengetahuan yang cukup, mereka bisa mengembangkan usaha ini secara mandiri,” ujar Ketua Paguyuban Pengrajin Ledre Mojoroto.
Dalam rangkaian acara, juga akan dilakukan pameran produk, lomba masak, dan talkshow dengan narasumber ahli kuliner. Semua aktivitas ini dirancang agar peserta dapat merasakan langsung keunikan dan kelezatan Ledre Pisang, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga budaya lokal.

Bagi yang ingin hadir, acara ini akan digelar di halaman Kantor Kecamatan Mojoroto, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Tiket masuk gratis, dan semua aktivitas tersedia untuk umum. Tak hanya itu, pengunjung juga akan mendapatkan souvenir khas Ledre Pisang sebagai kenang-kenangan.
Dengan hadirnya Ledre Pisang di Kecamatan Mojoroto, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain untuk melestarikan jajanan tradisional mereka sendiri. Karena, setiap daerah memiliki kekayaan budaya dan kuliner yang patut dijaga dan dipromosikan.





