Kuliner Soto Daging Bok Ijo di Terminal Tamanan Kecamatan Mojoroto yang Selalu Ramai pada 8 Desember 2025
KediriNews.com – Di tengah keramaian kota Kediri, Terminal Tamanan Kecamatan Mojoroto menjadi salah satu tempat yang selalu ramai setiap hari. Namun, pada 8 Desember 2025, keadaan khusus terjadi di sana. Pengunjung tidak hanya datang untuk menunggu bus atau mobil, tetapi juga untuk mencicipi kuliner legendaris yang telah lama dikenal oleh masyarakat sekitar dan luar daerah: Soto Daging Bok Ijo.
Soto Daging Bok Ijo adalah salah satu hidangan khas Kota Kediri yang memiliki cita rasa unik dan kuah yang kaya rempah. Menurut beberapa pengunjung, rasa gurih dan pedas dari bumbu yang digunakan membuat hidangan ini sangat istimewa. “Soto Bok Ijo itu beda, rasanya benar-benar autentik,” ujar Yossy Kurniasari, pelanggan setia yang tinggal di Tarakan, Kalimantan Utara. “Kuahnya mantap, dan bisa dikombinasikan dengan sayuran sesuai selera.”
Sejarah dan Keistimewaan Soto Daging Bok Ijo

Soto Daging Bok Ijo memiliki sejarah panjang yang terkait dengan keberadaan warung-warung kaki lima di sekitar Terminal Tamanan. Warung ini awalnya berdiri sejak tahun 1969, dan seiring waktu, citarasa yang konsisten menjadikannya sebagai ikon kuliner lokal. Berbeda dengan soto-soto lain yang biasanya menggunakan ayam, Soto Daging Bok Ijo menggunakan daging sapi yang dimasak dengan cara tradisional, sehingga menghasilkan tekstur yang empuk dan aroma yang menggugah selera.
Selain itu, Soto Daging Bok Ijo juga dikenal dengan pilihan menu pendamping yang lengkap. Pelanggan dapat memilih aneka jenis bakaran seperti kulit ayam, paha bakar, hingga ati ampela. “Pendamping makannya komplit banget. Ada bakaran, uritan, paha bakar, kulit bakar — pokoknya lengkap,” tambah Yossy.
Dukungan dari Bank Indonesia

Salah satu faktor yang turut mendukung keberlanjutan usaha Soto Daging Bok Ijo adalah program binaan Bank Indonesia Kediri. Warung-warung yang menjual soto ini menjadi bagian dari UMKM binaan Bank Indonesia yang mendapatkan pendampingan dalam hal pengelolaan bisnis, digitalisasi transaksi, serta penguatan branding. Hal ini membantu para penjual untuk lebih mudah menjangkau pelanggan baru dan meningkatkan kualitas layanan.
Menurut Mohamad Nova, karyawan Warung Soto Ayam Pak No yang berlokasi di kawasan Terminal Tamanan, banyak pelanggan yang datang khusus untuk memesan menu bakaran. “Setiap hari saya bisa membakar sekitar 25 tusuk aneka potongan ayam. Banyak pelanggan yang datang khusus untuk pesan bakarannya,” jelas Nova.
Adaptasi dengan Perkembangan Zaman
Meski memiliki ciri khas tradisional, Soto Daging Bok Ijo juga mulai beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Beberapa warung telah melayani pembayaran nontunai melalui QRIS yang diperkenalkan oleh Bank Indonesia, sehingga memudahkan transaksi bagi pelanggan. Selain itu, sebagian besar warung juga telah mendapat sertifikasi halal, menambah kenyamanan bagi para penikmat kuliner tradisional ini.
Dengan kombinasi antara tradisi dan inovasi, Soto Daging Bok Ijo terus bertahan sebagai salah satu ikon kuliner yang menarik perhatian masyarakat. Bahkan, pada 8 Desember 2025, kehadiran soto ini di Terminal Tamanan Kecamatan Mojoroto menjadi momen spesial yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang.
Masa Depan Soto Daging Bok Ijo
Keberadaan Soto Daging Bok Ijo tidak hanya menjadi daya tarik bagi warga Kediri, tetapi juga bagi wisatawan yang berkunjung ke kota ini. Dengan citarasa yang tak berubah selama lebih dari setengah abad, hidangan ini tetap menjadi simbol kearifan lokal yang kaya akan nilai budaya.
Dukungan dari Bank Indonesia dan adaptasi terhadap perkembangan zaman menjadikannya semakin diminati. Di masa depan, harapan besar ditempatkan agar Soto Daging Bok Ijo tetap menjadi salah satu destinasi kuliner yang tidak pernah absen dari ingatan masyarakat, baik yang tinggal di Kediri maupun yang datang dari luar kota.
Kesimpulan
Soto Daging Bok Ijo di Terminal Tamanan Kecamatan Mojoroto tidak hanya sekadar hidangan, tetapi juga representasi dari kearifan lokal yang terus berkembang. Dengan rasa yang konsisten, pelayanan yang ramah, dan dukungan dari berbagai pihak, hidangan ini telah menjadi bagian dari identitas kuliner Kediri. Pada 8 Desember 2025, kehadirannya di terminal tersebut menjadi bukti bahwa Soto Daging Bok Ijo masih tetap menjadi pilihan utama bagi pecinta kuliner.