KediriNews.com – Sebuah patung yang dipasang di Bundaran Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kini menjadi sorotan publik setelah desainnya dinilai tidak sesuai dengan estetika umum. Protes warga terjadi pada 2 Desember 2025, yang menunjukkan ketidakpuasan terhadap konsep seni yang dianggap “aneh” oleh sebagian masyarakat.
“”
Protes ini bermula dari penggunaan bahan dan bentuk patung yang tidak biasa. Dalam sebuah wawancara dengan KediriNews.com, salah satu warga setempat mengatakan, “Desainnya seperti tidak ada arah. Tidak jelas apakah itu simbol kekuatan atau keindahan. Kami merasa tidak nyaman melihatnya setiap hari.”
Berdasarkan laporan dari pihak kecamatan, patung tersebut dipasang sebagai bagian dari program pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan citra kota. Namun, banyak warga merasa bahwa proyek ini tidak melibatkan partisipasi masyarakat secara langsung. “Tidak ada sosialisasi, tidak ada diskusi. Ini tiba-tiba muncul di tengah-tengah bundaran,” ujar salah seorang tokoh masyarakat.
-
Pembentukan Patung
Patung tersebut dibuat oleh seorang seniman lokal yang dikenal dengan gaya kreatif dan eksperimental. Menurut informasi yang diperoleh, patung ini memiliki tinggi sekitar 3 meter dan terbuat dari bahan campuran logam dan plastik. Desainnya menggambarkan bentuk tubuh manusia yang terbelah menjadi dua bagian, dengan ekspresi wajah yang tidak jelas. -
Reaksi Masyarakat
Reaksi masyarakat terhadap patung ini sangat beragam. Beberapa orang menganggapnya sebagai karya seni modern yang unik, sementara yang lain menilai desainnya terlalu aneh dan tidak cocok untuk lingkungan publik. Banyak warga menyampaikan keluhan melalui media sosial, dengan tagar #PatungAneh dan #PareProtes. -
Pemanggilan Diskusi
Pihak pemerintah kecamatan akhirnya memanggil para tokoh masyarakat dan seniman untuk membahas masalah ini. Dalam pertemuan tersebut, disampaikan bahwa patung akan tetap dipertahankan, namun akan dilakukan evaluasi lebih lanjut terkait desain dan penempatannya. -
Peran Seniman Lokal
Seniman yang menciptakan patung tersebut menjelaskan bahwa tujuannya adalah untuk menggambarkan perubahan sosial dan politik yang terjadi di wilayah ini. “Saya ingin membuat karya yang bisa memicu diskusi tentang identitas dan keberagaman,” katanya. -
Langkah Selanjutnya
Meski protes masih berlangsung, pihak pemerintah berjanji akan terbuka terhadap masukan dari masyarakat. Rencananya, akan diadakan survei kepuasan masyarakat terkait patung ini, serta diskusi lanjutan dengan komunitas seni setempat.
Dari segi seni, patung ini bisa dibilang cukup menarik karena memberikan ruang bagi interpretasi subjektif. Namun, dari sudut pandang masyarakat, penting untuk memastikan bahwa karya seni yang dipasang di ruang publik tidak hanya mengekspresikan gagasan artistik, tetapi juga memperhatikan nilai-nilai estetika dan keselarasan dengan lingkungan sekitarnya.
#PatungAneh #PareProtes #SeniPublik #KediriNews #KontroversiDesain





