KediriNews.com – Pada hari Jumat, 10 Desember 2025, seorang petani dari Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menghebohkan masyarakat setelah menemukan koin emas yang diduga berasal dari masa penjajahan Belanda. Penemuan ini terjadi saat ia sedang membersihkan sawahnya dari tanah dan batu-batuan yang mengganggu kegiatan pertanian.
“Awalnya saya hanya ingin memperbaiki kondisi tanah di area sawah. Tapi ketika menggali lebih dalam, tiba-tiba ada sesuatu yang terlihat berkilauan,” kata Suryadi, petani setempat, seperti dikutip oleh KediriPost.
Penemuan tersebut dilaporkan langsung kepada pihak desa dan kemudian diserahkan kepada ahli sejarah untuk pemeriksaan lebih lanjut. Menurut informasi awal, koin-koin tersebut memiliki ukiran lambang VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) serta tulisan kuno yang mengisyaratkan masa penjajahan Belanda.
Suryadi mengaku tidak menyangka bahwa temuannya akan menjadi perhatian nasional. “Saya hanya ingin menjaga kebersihan sawah. Tapi ternyata, hasilnya jauh lebih besar dari yang saya bayangkan,” katanya dengan wajah penuh kekaguman.

Sejarah dan Nilai Koin VOC
Koin emas VOC adalah salah satu benda peninggalan sejarah yang sangat bernilai. Pada masa penjajahan, koin-koin ini digunakan sebagai alat tukar resmi yang dikeluarkan oleh VOC. Mereka biasanya dibuat dari logam mulia seperti emas dan perak, sehingga memiliki nilai tukar yang tinggi.
Menurut data dari Museum Bank Indonesia, koin-koin VOC memiliki berbagai jenis, seperti rijksdaalder, dukat, stuiver, gulden, dan doit. Salah satu koin yang paling terkenal adalah doit, yang menjadi asal mula kata “duit” dalam bahasa Indonesia.
Dalam kasus kali ini, koin yang ditemukan oleh Suryadi diduga merupakan bagian dari koleksi yang ditinggalkan oleh para pedagang atau pejabat VOC yang pernah berkunjung ke wilayah Jawa. Banyak ahli sejarah menyebut bahwa penemuan semacam ini bisa memberikan wawasan baru tentang aktivitas ekonomi dan perdagangan di masa lalu.
![]()
Proses Identifikasi dan Penyimpanan
Setelah ditemukan, koin-koin tersebut langsung dibawa ke Museum Nasional untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tim arkeolog dan ahli numismatik melakukan analisis untuk menentukan usia, sumber, dan nilai historis dari koin-koin tersebut.
“Koin-koin ini sangat langka dan memiliki nilai sejarah yang tinggi. Kami akan melakukan pengujian laboratorium untuk memastikan asal dan tahun pembuatannya,” ujar Dr. Rizal, ahli sejarah dari Universitas Negeri Malang.
Selain itu, pihak museum juga akan mengevaluasi apakah koin-koin tersebut layak untuk dipamerkan atau disimpan sebagai benda warisan budaya. Meskipun nilainya mencapai miliaran rupiah, Suryadi memilih untuk menyerahkan koin-koin tersebut ke pihak berwenang.
“Saya hanya ingin melestarikan sejarah, bukan sekadar mengambil untung dari penemuan ini,” katanya.
Kesimpulan dan Harapan
Penemuan koin emas VOC di sawah Kecamatan Papar menjadi bukti nyata bahwa sejarah tidak selalu tersembunyi di museum atau situs purbakala, tetapi bisa muncul dari mana saja, termasuk di tengah kehidupan sehari-hari. Dengan penemuan ini, masyarakat diharapkan lebih sadar akan pentingnya melestarikan warisan budaya.
Selain itu, koin-koin ini juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih tertarik belajar sejarah dan melihat masa lalu dengan perspektif baru.
Hashtag Terkait:





