Kisah Kirab Resolusi Jihad Santri Jalan Kaki 10 KM di Kecamatan Kota Tanggal 22 Oktober 2025

KediriNews.com – Pada tanggal 22 Oktober 2025, masyarakat Kecamatan Kota kembali memperingati Hari Santri Nasional dengan berbagai kegiatan yang menggambarkan semangat perjuangan dan kebangkitan santri. Salah satu acara paling menonjol adalah kirab resolusi jihad santri yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai pondok pesantren. Mereka melakukan jalan kaki sejauh 10 kilometer, sebagai simbol perjuangan dan komitmen untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan serta spiritual.

Sejak pagi hari, para santri dan warga setempat berkumpul di halaman masjid utama Kecamatan Kota. Mereka membawa bendera merah putih, atribut pesantren, dan alat musik tradisional seperti gamelan dan kendang. Suasana terasa sangat antusias, dengan lagu-lagu nasional dan doa-doa dipanjatkan untuk keselamatan dan keberhasilan acara.

“Acara ini bukan sekadar ritual, tapi bentuk pengingat bahwa santri memiliki peran penting dalam membangun bangsa,” ujar Ustaz Farid, salah satu tokoh agama setempat. “Dengan jalan kaki, kami ingin menunjukkan bahwa semangat perjuangan santri tidak pernah padam.”

Berikut adalah beberapa hal penting yang menjadi inti dari acara tersebut:

  1. Semangat Kebersamaan: Para peserta berjalan kaki secara bersama-sama, saling mendukung dan memperkuat ikatan persaudaraan.
  2. Pengenalan Nilai-Nilai Kebangsaan: Selama perjalanan, para santri diberikan materi tentang sejarah perjuangan bangsa dan peran santri dalam pergerakan kemerdekaan.
  3. Pembagian Buku dan Materi Edukasi: Di sepanjang jalur kirab, disediakan stan-stan yang menyediakan buku-buku edukatif dan informasi tentang isu-isu sosial dan politik terkini.
  4. Kerja Sama dengan Pemda: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat turut serta dalam memfasilitasi acara ini, termasuk memberikan dukungan logistik dan keamanan.

Selain kirab, acara juga dilengkapi dengan pertunjukan seni budaya, seperti tari-tarian tradisional dan pembacaan puisi yang mengangkat tema kebangsaan dan keislaman. Tidak ketinggalan, ada sesi diskusi yang dipandu oleh para tokoh pemuda dan ulama, yang membahas tantangan masa depan bagi generasi muda.

“Kami ingin menunjukkan bahwa santri tidak hanya fokus pada agama, tetapi juga siap berkontribusi dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan teknologi,” tambah Ustaz Farid.

Sementara itu, Kepala Sekolah Pesantren Al-Ma’arif, Ibu Siti Nurhalimah, menyampaikan bahwa acara ini merupakan bagian dari upaya pesantren dalam memperkenalkan santri kepada masyarakat luas. “Santri harus lebih aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Ini adalah langkah awal untuk membangun citra positif.”

Di akhir acara, para peserta kembali ke tempat awal dengan penuh rasa percaya diri dan semangat baru. Mereka berharap, kirab ini dapat menjadi inspirasi bagi santri lainnya untuk lebih aktif dalam membangun bangsa.

Hashtag terkait:

HariSantriNasional #JihadSantri #PerjuanganSantri #KecamatanKota #JalanKaki10KM

Pos terkait