KediriNews.com – Di tengah perkembangan ekonomi dan pariwisata yang pesat, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kembali menarik perhatian dengan inovasi kuliner lokal yang unik. Salah satunya adalah kerupuk puli, makanan khas yang dibuat dari beras atau nasi sisa. Pada 10 Januari 2025, warga setempat dan pengunjung akan menyaksikan pameran kuliner yang memperkenalkan kerupuk puli sebagai bagian dari potensi wisata kuliner UMKM di kawasan ini.
Kerupuk puli memiliki tekstur renyah dan rasa gurih yang khas, membuatnya menjadi camilan favorit masyarakat. Menurut penjelasan dari sumber terpercaya, kerupuk puli biasanya dibuat dari beras atau nasi sisa yang belum basi. Bahan utama seperti tapioka, bawang putih, ketumbar, dan garam digunakan untuk menciptakan rasa yang kaya dan lezat. Proses pembuatannya melibatkan beberapa tahap, mulai dari pencucian nasi hingga pengeringan dan penggorengan.
“Kami sangat senang bisa memperkenalkan kerupuk puli kepada masyarakat luas. Ini bukan hanya sekadar camilan, tetapi juga bentuk keberlanjutan dalam mengolah sisa makanan,” ujar salah satu pelaku usaha di kawasan Wisata Kuliner Sor Pring.

Potensi Wisata Kuliner di Ngadiluwih

Kecamatan Ngadiluwih dikenal sebagai pusat wisata kuliner yang berkembang pesat. Kawasan ini memiliki beragam hidangan khas Jawa Timur, termasuk olahan ikan bandeng dan berbagai jajanan pasar. Salah satu sentra utama adalah Kuliner Sor Pring, yang menggabungkan konsep tradisional dengan modernitas.
Menurut laporan dari JurnalPost.com, potensi ekonomi dan pariwisata di wilayah ini sangat besar. Penelitian yang dilakukan oleh Camelle Aqila dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menunjukkan bahwa minat wisatawan dan penduduk lokal terhadap hidangan khas seperti kerupuk puli sangat tinggi. Hal ini memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat.
Pengembangan Infrastruktur dan Strategi Pemasaran
Untuk memaksimalkan potensi ini, diperlukan strategi pemasaran yang tepat serta pengembangan infrastruktur pariwisata. Menurut hasil penelitian, PKL (Pedagang Kaki Lima) di kawasan ini masih membutuhkan fasilitas yang lebih lengkap, seperti tempat parkir dan tempat sampah yang cukup. Selain itu, promosi online dan partisipasi dalam acara kuliner juga diperlukan untuk menarik lebih banyak pengunjung.
Peran Pemerintah dan Komunitas Lokal
Pemerintah Kelurahan Ngadiluwih juga berperan penting dalam mengelola dan mengembangkan sentra wisata kuliner. Lurah dan stafnya bekerja sama dengan komunitas lokal, pakar kuliner, serta pelaku industri untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan menarik bagi pengunjung. Dengan pendekatan yang terencana, terorganisir, dan terkendali, potensi wisata kuliner di kawasan ini dapat dioptimalkan.
Selain itu, pengendalian kualitas dan kebersihan makanan juga menjadi fokus utama. Standar kebersihan dan keamanan pangan harus dipatuhi agar pengunjung merasa aman dan nyaman saat menikmati hidangan.
Kesimpulan
Kerupuk puli, dengan rasanya yang gurih dan teksturnya yang renyah, merupakan contoh inovasi kuliner yang menarik di Kecamatan Ngadiluwih. Dalam konteks yang lebih luas, kawasan ini menawarkan potensi wisata kuliner yang sangat besar, yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan dan masyarakat lokal. Dengan dukungan pemerintah dan komunitas, potensi ini dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal.





