Sebuah video yang menampilkan perjuangan siswa SD untuk menyeberangi sungai menggunakan rakit telah menjadi viral di media sosial. Video tersebut menggambarkan betapa gigihnya para siswa dalam memperoleh pendidikan, meskipun harus melewati tantangan alam yang ekstrem. Peristiwa ini juga langsung mendapat respons cepat dari Bupati Kediri, Drs. H. Muhammad Sanusi atau yang lebih dikenal dengan panggilan Mas Dhito.
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah anak-anak SD berada di atas rakit yang terbuat dari bahan-bahan sederhana seperti batang pohon dan kayu. Mereka melintasi sungai yang cukup deras dengan bantuan tali dan kerangka rakit yang mereka buat sendiri. Meski terlihat berbahaya, tidak ada keluhan dari para siswa maupun orang tua mereka. Mereka hanya ingin bisa sampai ke sekolah tanpa terganggu oleh kondisi alam.
Perjuangan ini ternyata bukanlah isu baru. Di beberapa daerah, khususnya di wilayah terpencil, banyak siswa SD yang harus melewati sungai atau jalan setapak untuk bisa sampai ke sekolah. Hal ini disebabkan oleh minimnya infrastruktur penyeberangan seperti jembatan atau jalan yang layak.
Menanggapi viralnya video tersebut, Bupati Kediri, Mas Dhito, langsung memberikan respons cepat. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan evaluasi terhadap kondisi jalan dan akses ke sekolah-sekolah di daerah terpencil. “Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap pendidikan masyarakat. Kami akan segera memastikan bahwa semua siswa bisa belajar dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Mas Dhito juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga keselamatan saat melewati sungai atau jalur yang rawan. Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun lingkungan yang lebih baik, termasuk dalam hal infrastruktur pendidikan.
Selain itu, para guru dan kepala sekolah juga turut merasa prihatin dengan kondisi ini. Mereka menyadari bahwa banyak siswa yang berasal dari daerah terpencil harus berjuang ekstra keras untuk bisa menempuh pendidikan. “Kami sering menunggu di pinggir sungai menanti murid-murid kami menyeberang. Jika hujan, banyak murid yang tidak bisa datang karena takut menyeberang,” kata salah satu guru SD di daerah tersebut.
Video ini tidak hanya menjadi perhatian masyarakat umum, tetapi juga menjadi perhatian pemerintah dan organisasi-organisasi yang peduli pada pendidikan. Beberapa lembaga sosial dan LSM juga mulai menawarkan bantuan dalam bentuk pembangunan infrastruktur dan program pendidikan khusus bagi daerah-daerah terpencil.
Perjuangan siswa SD ini menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah hak dasar setiap anak, dan harus dijaga dengan segala cara. Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat, harapan besar dapat dibangun untuk masa depan yang lebih cerah bagi seluruh anak bangsa.
