Di tengah kota Kediri, Jawa Timur, sebuah video yang menampilkan aksi seorang kakek berusia 80 tahun masih kuat mengangkat kayu bakar di kawasan Gunung Klotok sedang menjadi sorotan netizen. Video tersebut viral di media sosial dan memicu rasa kagum serta keheranan dari banyak orang.
Video yang diunggah oleh akun Instagram @kedirinews, menunjukkan kakek bernama Sutrisno ini sedang melakukan aktivitas rutinnya, yaitu mengumpulkan kayu bakar di hutan dekat Gunung Klotok. Dengan postur tubuh yang tegak dan langkah yang mantap, ia terlihat sangat tangguh meski usianya sudah mencapai 80 tahun. Ia mampu mengangkat beban kayu bakar yang cukup berat, bahkan beberapa kali menunjukkan kekuatannya dengan mengangkat kayu-kayu besar sambil melangkah melewati medan yang tidak mudah.
Sutrisno, yang tinggal di Desa Kedungrejo, Kecamatan Kediri, mengatakan bahwa ia masih aktif berkebun dan mengumpulkan kayu bakar untuk kebutuhan rumah tangga. “Saya masih bisa bekerja, walau usia sudah tua. Ini adalah cara saya tetap sehat dan bermanfaat bagi keluarga,” ujarnya dalam wawancara singkat dengan awak media.
Aksi Sutrisno ini tidak hanya menarik perhatian warga lokal, tetapi juga mendapat respons positif dari netizen. Banyak yang menyampaikan rasa kagum terhadap semangat hidupnya. “Ini benar-benar inspirasi bagi kita semua, terlepas dari usia,” tulis salah satu komentar di bawah video.
Dalam konteks yang lebih luas, aksi Sutrisno ini menjadi contoh nyata tentang pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental seiring bertambahnya usia. Banyak orang sering kali merasa bahwa usia lanjut akan membuat seseorang tidak lagi mampu melakukan pekerjaan berat. Namun, Sutrisno membuktikan bahwa itu tidak selalu benar.
Selain itu, aksi ini juga mengingatkan kita pada nilai-nilai tradisional yang masih hidup di masyarakat pedesaan. Mengumpulkan kayu bakar, misalnya, masih menjadi kegiatan yang umum dilakukan oleh warga yang tinggal di daerah pedesaan. Hal ini menunjukkan bahwa budaya dan kebiasaan lama masih relevan dalam kehidupan modern.
Sutrisno sendiri tidak pernah mengira bahwa aksinya akan viral. “Saya hanya melakukan hal biasa, tapi ternyata banyak orang yang tertarik melihatnya,” katanya dengan senyum tulus.
Pengamat masyarakat, Dr. Arif Wibowo, mengatakan bahwa aksi seperti ini penting untuk diberitakan karena memberi pesan positif tentang usia dan kekuatan. “Ini bukan hanya tentang kekuatan fisik, tapi juga semangat hidup yang tak pernah padam,” ujarnya.
Dari kisah Sutrisno, kita belajar bahwa usia bukanlah batasan untuk terus berkarya dan berkontribusi. Semangat dan tekadnya menjadi teladan bagi siapa saja yang ingin menjalani hidup dengan penuh makna dan keberanian.
