KediriNews.com – Tak Terduga! Penjual Nasi Pecel di Kediri Ini Ternyata Mantan Model Terkenal

Di tengah keramaian jalan raya yang sering dihiasi oleh para pedagang kaki lima, ada satu sosok yang menarik perhatian. Ia adalah seorang penjual nasi pecel yang tak hanya laris diminati pembeli, tetapi juga memiliki latar belakang yang sangat mengejutkan. Dalam sebuah wawancara dengan KediriNews.com, ia mengungkapkan bahwa dulu ia pernah menjadi mantan model terkenal.

“Awalnya saya memang berkarier sebagai model. Tapi setelah beberapa tahun, saya merasa ingin mencoba sesuatu yang lebih nyata dan bermanfaat,” ujar dia, sambil tersenyum ramah saat sedang menyajikan pesanan pelanggan.

Penjual nasi pecel tersebut bernama Rina, yang merupakan warga asli Kediri. Ia mulai berjualan nasi pecel sekitar dua tahun lalu, setelah merasa kehilangan pekerjaan di dunia modeling. “Saya tidak bisa terus-menerus bergantung pada bisnis yang tidak stabil. Saya ingin punya usaha sendiri yang bisa memberi penghasilan tetap,” katanya.

Rina mengaku awalnya ragu untuk berjualan nasi pecel. Namun, setelah melihat antusiasme masyarakat terhadap kuliner tradisional seperti nasi pecel, ia memutuskan untuk mencoba. “Saya pikir, jika makanan ini enak dan murah, pasti akan laku. Dan ternyata benar,” ujarnya.

Tidak hanya rasa yang membuat nasi pecel Rina laris, tetapi juga harga yang sangat terjangkau. Seporsi nasi pecel di warungnya dibanderol dengan harga Rp7.000, yang termasuk dalam kategori murah meriah. “Harga ini saya tentukan agar semua kalangan bisa menikmati hidangan ini,” tambah Rina.

Menurut Rina, penjualan nasi pecel di warungnya rata-rata mencapai 150 porsi per hari. “Jika hari biasa, sekitar 100-120 porsi. Tapi kalau akhir pekan atau libur, bisa sampai 200 porsi,” ujarnya.

Selain itu, Rina juga menyediakan berbagai lauk pendamping seperti sate ayam, sate keong, lodeh, dan rica-rica ayam. “Lauk-lauk ini bisa dipilih sesuai selera pelanggan,” tambahnya.

Rina juga mengungkapkan bahwa ia tidak pernah merasa malu atau gengsi dengan profesi barunya sebagai penjual nasi pecel. “Saya percaya bahwa setiap pekerjaan memiliki nilai dan keistimewaan masing-masing. Yang penting, kita bisa memberikan manfaat bagi orang lain,” katanya.

Dari pengalaman Rina, kita bisa belajar bahwa kesuksesan tidak selalu datang dari jalur yang kita harapkan. Kadang, hal-hal sederhana seperti berjualan nasi pecel bisa membawa kita ke titik yang lebih baik, bahkan jika kita pernah berada di posisi yang berbeda.

Mungkin inilah yang membuat Rina semakin semangat dalam menjalani usahanya. “Saya ingin menunjukkan bahwa siapa pun bisa sukses, asalkan memiliki tekad dan ketekunan,” tutup Rina dengan senyum tulus.

Pos terkait