KediriNews.com – RPH Ramah Anak di Kediri Jadi Contoh Nasional, KemenPPPA Beri Apresiasi Tinggi

Kota Kediri kembali menorehkan prestasi yang membanggakan. Dalam penyampaian hasil audit Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) Taman Tempurejo, Pemerintah Kota Kediri mendapatkan apresiasi tinggi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia. Hasil audit tersebut memberikan nilai 574, yang menjadikan Taman Tempurejo layak untuk diusulkan memperoleh Surat Keputusan (SK) pemberian anugerah RBRA tanpa perlu perbaikan mendasar.

Taman Tempurejo, yang telah menjadi salah satu ruang publik utama bagi warga, kini resmi dinyatakan sebagai Ruang Bermain Ramah Anak. Proses audit dilakukan oleh tim auditor Kementerian PPPA RI, yang menyampaikan hasilnya di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Rabu (17/12/2025). Penyampaian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan ruang publik yang aman, inklusif, dan ramah bagi anak-anak.

Berdasarkan temuan tim auditor, Taman Tempurejo telah menerapkan standar Ruang Bermain Anak (RBA) hingga meningkat menjadi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA). Komitmen tinggi Pemerintah Kota Kediri terhadap aspek keselamatan, kenyamanan, dan keberlanjutan dinilai telah diterapkan dengan baik. Selain itu, adanya kolaborasi lintas perangkat daerah dalam pemenuhan indikator RBRA juga menjadi faktor penting dalam pencapaian ini.

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati atau akrab disapa Mbak Wali, menyampaikan rasa syukur atas hasil audit tersebut. “Alhamdulillah, nilai yang kita peroleh adalah 574. Hasil audit ini bukan sekadar angka, tetapi menjadi ruang refleksi bersama bagi kami,” katanya, Kamis (18/12/2025).

Selain itu, Tim Auditor juga memberikan sejumlah rekomendasi perbaikan, seperti penambahan jalur pemandu disabilitas sesuai standar internasional pada jalur pedestrian, baik di luar maupun di dalam kawasan taman. Selain itu, disarankan pula pemasangan pagar setinggi sekitar 60 sentimeter di sekeliling pulau-pulau vegetasi pada taman lalu lintas.

Perhatian terhadap kebutuhan anak tidak hanya terlihat dari fasilitas yang tersedia, tetapi juga dari pengelolaan taman yang mencerminkan kepedulian terhadap aspek edukatif dan perlindungan anak di ruang publik.

Dengan capaian ini, Taman Tempurejo menjadi contoh nasional yang dapat dijadikan inspirasi oleh daerah-daerah lain dalam membangun ruang publik yang ramah anak. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kediri, Yuniarti, mengatakan bahwa inisiatif ini akan terus dikembangkan agar lebih banyak lagi ruang publik yang bisa diakses oleh anak-anak dengan nyaman dan aman.

Penghargaan dari KemenPPPA ini membuktikan bahwa Kediri tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pengembangan lingkungan yang berkelanjutan dan inklusif. Dengan terus meningkatkan kualitas ruang publik, Kediri semakin menunjukkan komitmennya dalam menciptakan kota yang ramah anak dan layak huni.

Kedepannya, Pemerintah Kota Kediri akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkala guna memastikan bahwa Taman Tempurejo tetap menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi seluruh masyarakat, khususnya anak-anak. Dengan demikian, Kediri akan terus menjadi contoh yang baik dalam upaya membangun kota yang lebih baik untuk masa depan generasi penerus bangsa.

Pos terkait