KediriNews.com – Petani Jagung di Kediri Mengeluh Harga Anjlok Saat Panen Raya 18 Desember 2025

Kediri, Jawa Timur – Dalam rangka memperingati hari panen raya jagung yang jatuh pada 18 Desember 2025, para petani di Kabupaten Kediri mengeluhkan anjloknya harga jagung saat masa panen tiba. Hal ini menjadi perhatian serius bagi petani dan pemerintah setempat, terutama karena harga jagung untuk pakan ternak kini turun dari Rp 6.300 per kilogram (kg) menjadi sekitar Rp 5.200 per kg.

Menurut data yang diperoleh dari Sekretaris Jenderal Pinsar, Leopold Halim, penurunan harga jagung telah terjadi sejak tiga hari sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa penurunan harga ini dipengaruhi oleh masuknya pasokan jagung dari berbagai daerah yang mulai memasuki musim panen.

“Sudah mulai turun harganya kira-kira 2-3 hari. Bervariasi, di Jawa Tengah sudah ada Rp 5.200 – Rp 5.500 per kg. Kalau Lampung dan Jakarta itu Rp 5.600 kalau harga aku masih bervariasi, kalau di Lampung ke Jakarta Rp 5.600 padahal sebelumnya kisaran Rp 6.200 sampai Rp 6.300 per kg,” ujar Leopold.

Lebih lanjut, ia memperkirakan harga jagung bisa terus mengalami penurunan jelang panen raya. Bahkan, penurunan harga diproyeksikan mencapai Rp 5.000 per kg.

“Kalau minggu depan, makin banyak (panen) harganya Rp 5.000 dapat mungkin. Ini prediksi, semoga ya harapannya gitu,” tambahnya.

Anjloknya harga jagung tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani. Sejumlah petani di Kediri mengeluhkan bahwa pendapatan mereka turun drastis akibat penurunan harga. Mereka khawatir tidak bisa menutupi biaya produksi dan pengeluaran sehari-hari.

Selain itu, anjloknya harga jagung juga berdampak pada sektor peternakan. Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah mengatur harga pembelian telur dan daging ayam sampai dengan Maret 2026, yakni untuk batas bawah sebesar Rp 20.000 per kg dan batas atas Rp 22.000 per kg. Namun, hal ini belum cukup untuk mengatasi dampak harga jagung yang turun.

Dalam konteks yang lebih luas, Polres Kediri bersama para petani melaksanakan panen raya jagung serentak kuartal III di Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, pada Sabtu (27/9/2025). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah tahun 2025.

Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji turun langsung membantu proses panen di lahan pertanian milik kelompok tani Maju Tresno Alam dan Tani Maju 2. Kehadiran jajaran kepolisian ini merupakan bentuk dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.

“Petani adalah garda terdepan ketahanan pangan. Karena itu Polri akan selalu siap mendukung, agar hasil panen semakin baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Bramastyo.

Petani dan polisi sedang melakukan panen jagung di Kediri

Selain ikut panen, Polres Kediri juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan benih jagung kepada kelompok tani. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi dorongan agar petani semakin semangat dalam mengelola lahan pertanian mereka.

Kegiatan panen raya ini turut dihadiri Kepala Bulog Kediri, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kediri, Camat Ngasem, Kepala Desa Sumberejo, serta para kelompok tani setempat.

Meskipun pemerintah dan aparat setempat memberikan dukungan, para petani tetap merasa khawatir terhadap kondisi harga jagung yang terus menurun. Mereka berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menstabilkan harga jagung dan memberikan perlindungan ekonomi bagi para petani.

Petani sedang menyerahkan hasil panen jagung

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *