Lead:
Penemuan keris kuno di lokasi proyek pembangunan Bandara Dhoho Kediri memicu perhatian publik. Temuan ini menimbulkan pertanyaan besar: Apakah keris tersebut berasal dari kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah Jawa Timur?
Body:
Dalam rangka memastikan keberlanjutan pembangunan infrastruktur, pihak pengembang Bandara Dhoho Kediri tidak hanya fokus pada aspek teknis dan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian warisan budaya lokal. Salah satu buktinya adalah temuan keris kuno yang ditemukan di sekitar area ekskavasi Situs Tanjung.
Menurut laporan dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah XI Jawa Timur, situs tersebut terletak di Desa Grogol, Kecamatan Grogol, Kediri. Ekskavasi dilakukan untuk memastikan bahwa struktur bangunan yang ada tidak mengganggu proses pembangunan bandara. Namun, dalam prosesnya, tim peneliti menemukan sebuah keris yang diduga berasal dari masa kerajaan Kediri atau Majapahit.
“Keris yang ditemukan memiliki bentuk yang khas dan ukuran bata yang umum digunakan pada masa kerajaan Kediri-Majapahit,” ujar Muhammad Ikhwan, Ketua Tim Ekskavasi BPK wilayah XI Jawa Timur. “Meski belum bisa dipastikan secara pasti, kami menduga keris ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.”
Temuan ini menjadi salah satu bukti bahwa wilayah Kediri memiliki sejarah panjang yang masih menyimpan banyak misteri. Selama ini, Kediri dikenal sebagai pusat kekuasaan kerajaan yang pernah berkembang pesat pada abad ke-13 hingga ke-15 Masehi. Meskipun begitu, penemuan keris kuno ini memperkuat dugaan bahwa daerah ini juga merupakan tempat peradaban yang lebih tua.
Background:
Sejarah keris di Indonesia sendiri sudah sangat tua. Menurut beberapa sumber, keris mulai dikenal sejak abad ke-6 atau ke-7 Masehi. Di Jawa, keris tidak hanya digunakan sebagai senjata, tetapi juga sebagai simbol status sosial, alat spiritual, dan bahkan sebagai benda pusaka yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Keris juga memiliki makna filosofis yang dalam. Dalam tradisi Jawa, posisi keris yang ditempatkan di belakang tubuh mencerminkan sikap rendah hati dan hormat kepada orang lain. Filosofi ini sering dikaitkan dengan cara penyimpanan dan pemakaian keris dalam kehidupan sehari-hari.
Closing:
Penemuan keris kuno di lokasi proyek Bandara Dhoho Kediri tidak hanya menjadi bukti adanya warisan budaya yang masih tersimpan di tanah Jawa, tetapi juga menjadi kesempatan untuk lebih memahami sejarah daerah ini. Pihak pengembang bandara dan lembaga budaya sepakat untuk menjaga kelestarian situs tersebut, sehingga kekayaan sejarah dapat tetap terjaga meskipun infrastruktur modern terus berkembang.
