Kediri, sebuah kota yang terletak di Jawa Timur, tengah mengambil langkah penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dengan memperkuat komitmen penghijauan. Salah satu inisiatif terbaru yang dilakukan adalah kegiatan penanaman pohon yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah, kepolisian, komunitas budaya, pelajar, dan relawan. Acara ini digelar di Lapangan Kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren, sebagai bagian dari peringatan Hari Juang Tahun 2025.
Dalam acara tersebut, sebanyak 1.500 bibit pohon ditanam di 15 kelurahan di wilayah Kecamatan Pesantren. Kegiatan ini tidak hanya sekadar aksi simbolis, tetapi juga menjadi bentuk kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem dan kualitas lingkungan. “Penanaman ini bagian dari komitmen bersama untuk merawat ekosistem dan memperbaiki kualitas lingkungan,” ujar Danramil 02/Pesantren Kodim 0809/Kediri, Dwi Agus Harianto.
Kegiatan ini juga menjadi momen penting untuk memperkuat hubungan antarkomunitas dan meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab lingkungan. “Tanggung jawab lingkungan bukan tugas satu pihak saja, tapi seluruh komponen masyarakat,” tambah Dwi Agus.

Pentingnya kegiatan penghijauan ini semakin terasa di tengah meningkatnya frekuensi bencana alam dan perubahan iklim. Dwi Agus menekankan perlunya langkah nyata dalam menghadapi tantangan lingkungan. “Sekarang bencana sudah terjadi di mana-mana. Ini waktunya kita memperbaiki apa yang bisa diperbaiki,” katanya.
Wahyuono, Ketua Dewan Kebudayaan Kota Kediri, mengapresiasi kegiatan yang melibatkan banyak unsur masyarakat ini. Ia menilai kerja kolektif seperti ini dapat memperkuat nilai gotong royong dan menjaga tradisi lokal. “Kerja bersama seperti ini bisa membuat daerah kita lebih kuat. Kolaborasi harus terus dijaga,” jelas Wahyuono.

Selain itu, tanaman yang ditanam memiliki fungsi penting dalam konservasi alam, seperti menjaga sumber mata air, mengurangi risiko longsor dan banjir, serta menambah kerindangan yang membantu menahan dampak pemanasan global. “Penanaman tanaman obat dan rempah ini adalah bentuk pelestarian tanaman berkhasiat yang mulai langka, agar kelak bermanfaat untuk anak cucu kita,” tambah Wahyuono.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah kota dalam meningkatkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH). Data dari Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan Kota Kediri menunjukkan bahwa IKLH mengalami peningkatan dari 64 pada tahun 2020 menjadi 67,09 pada tahun 2024. Peningkatan ini mencerminkan efektivitas kebijakan pengelolaan lingkungan, seperti penataan sanitasi, pengelolaan sampah, serta penguatan program kebersihan kota.
Dengan langkah-langkah seperti ini, Kediri menunjukkan komitmennya dalam menjaga lingkungan dan membangun warisan hijau untuk generasi masa depan. Penanaman pohon tidak hanya menjadi upaya untuk meningkatkan ruang terbuka hijau, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan alam dan kesejahteraan masyarakat.





