Kediri, dalam rangka memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Kota Kediri terus memperkuat kapasitas Linmas. Langkah ini dilakukan melalui berbagai pelatihan dan koordinasi lintas sektor, yang diharapkan dapat menciptakan suasana aman dan nyaman bagi seluruh warga.
Dalam upaya memperkuat peran Linmas sebagai garda terdepan dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban masyarakat, tiga pilar Kelurahan Kaliombo Kota Kediri menggelar Pelatihan Linmas di Gedung Serbaguna, Kota Kediri, pada Minggu (9/11/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kelurahan Kaliombo, Kasi Trantib Sosial, Babinsa, BPBD, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Kaliombo, Aipda Andrey V.M. Sebanyak 43 anggota Linmas turut serta mengikuti pelatihan tersebut dengan penuh semangat.
Aipda Andrey V.M dalam arahannya menegaskan pentingnya peran Linmas sebagai garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib. “Linmas harus menjadi contoh bagi warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Patuhilah aturan dan selalu berkoordinasi dengan tiga pilar agar tercipta situasi yang kondusif di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Pelatihan ini juga menjadi momentum untuk mempererat sinergitas antara pemerintah kelurahan, aparat keamanan, dan masyarakat dalam upaya menciptakan wilayah Kaliombo yang aman, tertib, dan damai.
Selain itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menggelar dialog bersama Forkopimda Kota Kediri, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan FKDM di Ruang Joyoboyo Balaikota Kediri, Selasa (2/12/2025). Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi dan koordinasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Mbak Wali menegaskan, Kota Kediri selama periode akhir tahun biasanya tetap kondusif meski mobilitas masyarakat meningkat dan berbagai acara hiburan digelar di sejumlah titik. “Kondisi ini bukan terjadi begitu saja. Kerja sama yang solid, komunikasi lancar, dan respon cepat dari panjenengan di lapangan menjadi kunci pemeliharaan kamtibmas. Meski demikian, kewaspadaan tidak boleh kendor,” ujarnya.
Dalam dialog tersebut, Wali Kota muda ini menekankan beberapa langkah strategis. Pertama, memperkuat koordinasi di tingkat kelurahan untuk membangun komunikasi sebelum potensi gangguan muncul. Kedua, menjaga soliditas antar unsur pengamanan. Ketiga, mendahulukan pendekatan humanis dalam penanganan di lapangan.
Pemerintah Kota Kediri juga terus memperkuat kemampuan personel Satpol PP, Damkar, dan Linmas melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM bagi Pelaksana Kegiatan Pemberantasan BKC (Barang Kena Cukai) Ilegal yang digelar di Lotus Garden Hotel, Jumat (21/11).
Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin Thoha, dalam sambutannya menegaskan bahwa Satpol PP dan jajaran terkait merupakan pilar penting dalam menjaga wajah Kota Kediri. Meski bekerja dengan sarana prasarana terbatas, para petugas tetap dituntut sigap selama 24 jam tanpa mengenal waktu istirahat.
“Satpol PP adalah garda terdepan Pemerintah Kota Kediri, bahkan bisa dikatakan wajah Kota Kediri. Tantangan kalian sangat berat, tidak ada liburnya, tapi saya melihat dedikasi yang luar biasa. Karena itu peningkatan kapasitas SDM menjadi sangat penting,” ujarnya.
Dengan peningkatan kapasitas ini, Pemerintah Kota Kediri berharap para personel semakin siap menghadapi berbagai tantangan ketertiban umum dan perlindungan masyarakat. Penguatan SDM dianggap sebagai langkah strategis untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan ketertiban Kota Kediri secara menyeluruh.
