Di tengah upaya serius untuk menurunkan angka stunting di Kota Kediri, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri kini memberikan insentif kepada para RT (Rukun Tetangga) yang berhasil menekan angka stunting di wilayahnya. Ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan anak-anak dan keluarga.
Program ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Kediri dalam mencapai target penurunan stunting di bawah 14 persen sesuai dengan arahan Presiden RI. Dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, khususnya RT sebagai garda terdepan dalam pencegahan stunting, Pemkot berharap dapat menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung pertumbuhan anak-anak secara optimal.
Mandung Sulaksono, Plt Kepala DP3AP2KB Kota Kediri, menjelaskan bahwa insentif diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras RT dalam mengidentifikasi dan membantu keluarga berisiko stunting. “Insentif ini juga bertujuan untuk meningkatkan semangat dan partisipasi aktif RT dalam kegiatan pencegahan stunting,” ujarnya.
Menurut Mandung, saat ini Kota Kediri telah mencatatkan kemajuan signifikan dalam penurunan angka stunting. Hingga akhir Maret 2024, terdapat 31 balita yang terbebas dari stunting, dan Kota Kediri meraih peringkat II terbaik dalam Penilaian Kinerja Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi Provinsi Jawa Timur.
Selain insentif, Pemkot Kediri juga menggelar berbagai kegiatan edukasi dan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi dan perawatan anak. Salah satu contohnya adalah Orientasi Pemantapan Kader Tim Pendamping Keluarga dalam Percepatan Penurunan Angka Stunting Tahun 2024 yang dihadiri oleh 663 Tim Pendamping Keluarga (TPK).
Dalam kegiatan tersebut, narasumber seperti Imron Muzaki, psikolog, dan dr Renyta Ika Damayanti, spesialis anak, menyampaikan materi tentang pengasuhan anak yang positif serta pemenuhan gizi dan tumbuh kembang anak. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan TPK dalam memberikan pendampingan yang tepat kepada keluarga berisiko stunting.
Selain itu, Pemkot Kediri juga memberikan paket bantuan untuk lansia, perempuan kepala keluarga, dan ibu hamil di setiap kecamatan. Paket bantuan tersebut berisi sembako seperti minyak goreng, telur, gula, kacang hijau, susu, serta buah-buahan. Tujuannya adalah untuk mendukung kesehatan ibu dan calon bayi serta mencegah risiko stunting sejak dini.
Zanariah, Pj Walikota Kediri, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pendamping keluarga yang telah berupaya memberikan pelayanan terbaik dalam penanganan stunting. Menurutnya, kerjasama antara TPK, puskesmas, dan rumah sakit sangat penting dalam memberikan penanganan yang tepat waktu kepada keluarga dan balita berisiko stunting.
“Kami mengimbau agar TPK lebih fokus dalam mencapai target Kota Kediri Zero Stunting. Dengan kekompakan dan semangat bersama, kami yakin dapat menciptakan generasi emas tahun 2045,” ujarnya.
Dengan adanya insentif bagi RT dan berbagai kegiatan pencegahan stunting, Pemkot Kediri menunjukkan komitmennya dalam membangun SDM yang berkualitas. Semua upaya ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan visi Indonesia Emas Tahun 2045.
