Kediri, kota yang terletak di Jawa Timur, sedang menunjukkan langkah strategis dalam mengembangkan sektor kuliner halal. Dalam beberapa tahun terakhir, Kediri telah memperkuat komitmennya untuk menyediakan pilihan makanan yang halal, aman, dan sehat bagi masyarakat. Kini, kerja sama antara Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Kelurahan Kaliombo semakin memperkuat potensi Kota Kediri sebagai pusat kuliner halal.
Pada 2023 lalu, sentra kuliner Soto Ayam Bok Ijo Tamanan ditetapkan sebagai zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) pertama di Kota Kediri. Tidak berhenti sampai di situ, pada 2024, food court Kediri Town Square (KETOS) juga mendapatkan status yang sama. Ini menjadikan Kediri Town Square sebagai mall atau pusat perbelanjaan pertama di Indonesia yang memiliki zona KHAS. Proses peninjauan dan penempelan label halal pada tenant-tenant yang ada di food court Kediri Town Square telah dilakukan pekan lalu. Sertifikat zona KHAS dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) diberikan pada acara pembukaan SYIAR 2024 di Aula Muktamar Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri.
Kolaborasi antara ITS dan Kelurahan Kaliombo kini menjadi salah satu inisiatif penting dalam pengembangan industri kuliner halal di Kediri. Kerja sama ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem kuliner halal yang lebih luas dan terintegrasi. Dengan bantuan teknologi dan inovasi dari ITS, serta kebijakan lokal dari Kelurahan Kaliombo, Kediri berpotensi menjadi pusat kuliner halal yang tidak hanya melayani masyarakat setempat, tetapi juga menarik wisatawan dari luar daerah.
“Kami melihat peluang besar untuk memperluas jangkauan kuliner halal di Kediri,” ujar Andri Maulana Syahputra, Mall Director Kediri Town Square. “Kehadiran food court halal ini sangat penting bagi masyarakat karena mereka harus diberikan rasa aman. Terkadang memang saat pergi ke suatu tempat, kita khawatir apakah ini penyembelihan ayamnya benar atau tidak, terus kemudian dagingnya bagaimana pengolahannya, seperti itu.”
Selain itu, keberadaan zona KHAS di Kediri Town Square juga memberikan dampak positif bagi pihak manajemen mall maupun pengunjung. Penambahan trafik pasti ada, karena pengunjung bisa mendapatkan kenyamanan serta bahwa makanan-makanan yang ada di Kediri Town Square itu sudah halal.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri Yayat Cadarajat menuturkan bahwa ekonomi keuangan syariah di Wilayah Mataraman (Eks karesidenan Kediri-Madiun) belakangan mengalami peningkatan didukung oleh banyaknya pelaku usaha halal, wisata religi, dan pusat pendidikan seperti pondok pesantren/madrasah. “Ke depan komitmen mewujudkan ekosistem halal Kota Kediri diwujudkan melalui kick off menuju pusat kuliner halal Jalan Dhoho & pusat bahan baku halal Pasar Banjaran sebagai upaya memperluas dan memperkuat halal value chain di Kota Kediri,” ujarnya.
Dengan dukungan regulasi, teknologi, dan inovasi, Kediri memiliki peluang besar untuk menjadi pusat perkembangan kuliner halal dunia — bukan hanya sebagai konsumen, tetapi juga sebagai produsen utama. Kolaborasi antara ITS dan Kelurahan Kaliombo menjadi langkah awal yang signifikan dalam membawa Kediri menjadi pusat kuliner halal yang lebih besar dan lebih berkualitas.
