KediriNews.com – Inovasi Tiada Henti! Kota Kediri Borong Penghargaan IGA 2025 di Jakarta

Penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2025 menjadi bukti nyata bahwa kota Kediri, Jawa Timur, telah mampu menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan solusi inovatif untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dalam ajang yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri bersama Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta Pusat, pada Rabu, 10 Desember 2025, Kota Kediri berhasil meraih predikat “Kota Sangat Inovatif”.

Penghargaan ini diberikan berdasarkan hasil pengukuran Indeks Inovasi Daerah (IID), yang melibatkan penilaian terhadap aspek tata kelola pemerintahan, ekosistem inovasi, serta kualitas dan jumlah inovasi yang diimplementasikan bagi masyarakat. Sebelumnya, Kediri hanya mendapatkan predikat “Kota Inovatif” pada tahun 2021-2024, namun kini naik ke level yang lebih tinggi.

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menyampaikan bahwa penghargaan ini bukan akhir dari perjalanan inovasi, tetapi justru menjadi dorongan untuk terus memperkuat ekosistem inovasi daerah. “Ini adalah pendorong agar kami semakin cepat menghadirkan solusi bagi masyarakat melalui inovasi yang relevan dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pemkot Kediri telah mencatat sebanyak 150 inovasi yang tersebar di berbagai perangkat daerah. Inovasi-inovasi tersebut mencakup pemanfaatan teknologi digital dalam layanan publik, pengembangan program pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Beberapa contoh inovasi yang sukses diimplementasikan antara lain, penerapan sistem digitalisasi pelayanan publik, pengembangan program kerja sama dengan dunia usaha, serta inovasi dalam pengelolaan sumber daya alam.

Selain itu, Pemkot Kediri juga aktif dalam memperluas jejaring kolaborasi dengan akademisi, komunitas riset, dan pelaku bisnis. Langkah-langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa inovasi tidak hanya berupa ide, tetapi juga dapat diwujudkan dalam bentuk program nyata yang bermanfaat bagi warga.

Dalam konteks yang lebih luas, IGA 2025 menjadi momentum penting untuk mendorong pemerintah daerah mendorong transformasi tata kelola pemerintahan yang adaptif, efektif, dan berorientasi pada hasil. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa IGA bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang belajar bersama antardaerah. “Jakarta membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi kementerian, pemerintah daerah lain, akademisi, dunia usaha, hingga komunitas riset global,” katanya.

Pramono juga menegaskan bahwa inovasi lahir dari ekosistem yang terbuka, inklusif, dan saling menguatkan. Hal ini sejalan dengan upaya Pemkot Kediri yang terus mengembangkan inovasi berbasis teknologi dan kolaborasi lintas sektor.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menekankan pentingnya penguatan inovasi daerah sebagai strategi utama mendorong kemandirian fiskal dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Inovasi harus menjadi bagian dari rencana pembangunan daerah, sehingga bisa meningkatkan kualitas pelayanan, percepatan pembangunan, dan daya saing daerah,” ujarnya.

Penghargaan IGA 2025 bagi Kota Kediri tidak hanya menjadi pencapaian bagi pemerintah setempat, tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain di Indonesia. Dengan inovasi yang terus berkembang, Kota Kediri menunjukkan bahwa kemajuan tidak hanya bergantung pada sumber daya alam atau lokasi geografis, tetapi juga pada komitmen dan kreativitas dalam menghadirkan solusi untuk masyarakat.

Pos terkait