Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kembali menjadi perhatian publik setelah ditemukan candi baru yang dinilai sebagai penemuan terbesar tahun ini. Penemuan ini berlangsung di Situs Tondowongso, Desa Gayam, Kecamatan Gurah, yang sebelumnya telah diketahui memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi.
Penemuan candi baru ini dilakukan melalui ekskavasi yang berlangsung sejak 20 Agustus 2025 hingga 30 Agustus 2025. Ekskavasi dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, BPK Wilayah XI, dan tim arkeolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Tujuan utama dari ekskavasi ini adalah untuk mengetahui struktur bangunan secara lebih lengkap sekaligus mempersiapkan pemasangan atap pelindung agar situs dapat dipelihara dengan baik.
Staf Bidang Sejarah dan Kepurbakalaan (Jakala) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Imam Syafi’i, menjelaskan bahwa ekskavasi ini merupakan bagian dari upaya pelestarian Situs Tondowongso yang luasnya mencapai 9.700 meter persegi. “Tujuan utamanya untuk mengetahui struktur bangunan secara lebih lengkap sekaligus mempersiapkan pengembangan situs ini sebagai destinasi wisata budaya,” ujarnya saat ditemui di lokasi ekskavasi.
Ekskavasi kali ini difokuskan pada tiga titik utama, yaitu sisi gapura struktur candi seluas 54 meter persegi, area candi perwara atau candi pendamping seluas 96 meter persegi, dan sisi candi induk seluas 121 meter persegi. Hingga saat ini, sudah ada enam kotak galian dengan ukuran 2×2 meter yang dibuka menggunakan metode sistem lot atau teknik penggalian kotak-kotak.
Koordinator Arkeolog UGM, Lintang Andamarati, menjelaskan bahwa jika ditemukan struktur signifikan, penggalian langsung dihentikan pada kedalaman sekitar dua meter. “Rencana tiang pancang memang harus melalui ground check terlebih dahulu supaya tidak merusak fondasi asli candi,” tambahnya.
Di sisi selatan, tim arkeologi menemukan susunan bata yang diperkirakan merupakan bagian dari fondasi candi. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa Situs Tondowongso memiliki struktur besar dan kompleks, tidak hanya sebatas reruntuhan. “Kalau dibiarkan terbuka, bata-bata ini lama kelamaan bisa rusak terkena cuaca. Jadi rencana pengatapan ini memang lebih ke arah perlindungan situs,” jelas Lintang.
Situs Tondowongso sendiri merupakan penemuan arkeologi besar yang ditemukan tahun 2007. Lokasi ini diyakini sebagai kompleks candi peninggalan Kerajaan Kediri dan disebut-sebut sebagai salah satu penemuan arkeologi klasik terbesar dalam 30 tahun terakhir.
Arkeolog mengungkapkan bahwa penemuan ini sangat penting karena memberikan wawasan baru tentang sejarah dan budaya Kerajaan Kediri. “Ini penemuan terbesar tahun ini. Kami harap hasil ekskavasi ini dapat memberikan data yang akurat untuk pelestarian dan pengembangan situs,” kata Lintang.
Dengan adanya penemuan ini, Situs Tondowongso diharapkan dapat menjadi destinasi wisata budaya yang menarik dan mendukung pengembangan pariwisata di Kabupaten Kediri. Selain itu, penemuan ini juga akan menjadi bahan kajian ilmiah bagi para peneliti dan masyarakat luas.
