Pada Senin petang (tanggal), warga Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, dihebohkan dengan penemuan tulang belulang yang terbungkus kain kafan. Penemuan ini bermula saat pekerja sedang menggali tanah untuk pondasi rumah. Dalam proses penggalian, mereka menemukan tulang-tulang yang terbungkus kain kafan.
Supandi, kerabat pemilik rumah yang pertama kali mengetahui temuan ini, menjelaskan bahwa mereka langsung melaporkan ke polisi begitu mengetahui adanya tulang-tulang tersebut. Pemilik rumah menduga tulang tersebut adalah jasad seorang balita yang telah lama terkubur.
Sementara itu, Ria Rohmatul Karimah, dokter dari Puskesmas Ngasem yang turut memeriksa kondisi awal tulang, memberikan penjelasan mengenai temuan tersebut. Menurutnya, kondisi tulang yang tidak utuh menyulitkan untuk memastikan apakah tulang ini berasal dari manusia.
“Kondisi tulang ini sudah tidak utuh, sehingga kami belum bisa memastikan asal-usulnya,” jelasnya.
Petugas juga menyampaikan bahwa tulang yang ditemukan hanya bagian kaki dan tangan, sementara bagian tengkorak tidak ditemukan. Diduga tulang-tulang tersebut telah terkubur selama lebih dari satu tahun.
Tulang-tulang yang ditemukan telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kediri untuk pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan jenis dan asal-usulnya. Penyelidikan oleh pihak berwenang masih terus berlanjut.

Penemuan ini menimbulkan banyak spekulasi di kalangan masyarakat. Beberapa orang mengira bahwa tulang tersebut milik hewan purba, sementara yang lain berspekulasi bahwa itu adalah jasad manusia. Namun, hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Sebelumnya, ada juga laporan tentang penemuan tulang belulang raksasa di Sungai Kelingi, Musi Rawas, pada 25 November 2025. Dalam video viral yang beredar, penyelam menemukan 3 tulang panjang yang diduga milik manusia. Penemuan ini juga dibenarkan oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Remayu, Aziz.
[IMAGE: Penemuan tulang belulang raksasa di pinggir sungai Kediri]
Dari berbagai penemuan seperti ini, kita dapat melihat bahwa penemuan tulang belulang raksasa sering kali menjadi perhatian masyarakat. Meskipun beberapa dari mereka mungkin berasal dari hewan purba, seperti dinosaurus atau sauropoda, tetapi ada juga yang diduga merupakan jasad manusia yang telah lama terkubur.
Dalam penelitian yang dilakukan di Brasil, para ilmuwan menemukan bukti osteomielitis pada fosil sauropoda yang menunjukkan bahwa hewan purba ini rentan terhadap penyakit tulang mematikan. Temuan ini menunjukkan bahwa penyakit tulang tidak hanya terjadi pada manusia, tetapi juga pada hewan purba.
Namun, dalam kasus penemuan di Kediri, hingga saat ini belum ada informasi pasti mengenai asal usul tulang-tulang tersebut. Pihak berwenang masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah tulang tersebut berasal dari manusia atau hewan.
Dengan adanya penemuan ini, masyarakat diharapkan tetap tenang dan menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang. Semoga penemuan ini dapat memberikan jawaban yang jelas dan memuaskan bagi semua pihak.





