Kabut Asap Kiriman? Bau Sangit Tercium di Kecamatan Kota Pada Pagi, 10 Desember 2025

KediriNews.com – Masyarakat di sejumlah kecamatan di kota mengeluhkan adanya bau sangit yang tercium pada pagi hari, 10 Desember 2025. Fenomena ini diduga terkait dengan kabut asap yang muncul dari kebakaran lahan atau karhutla di wilayah sekitar. BMKG melalui laman resmi mereka juga mencatat adanya peningkatan kualitas udara yang memburuk, dengan partikel PM2,5 yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.

“Bau sangit yang tercium sangat menyengat dan membuat banyak orang merasa tidak nyaman,” ujar salah satu warga di Kecamatan Kota. “Kami khawatir ini bisa memengaruhi kesehatan anak-anak dan lansia.”

Dari data prakiraan cuaca oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), tercatat bahwa beberapa wilayah di Jawa Barat seperti Cianjur, Bandung, dan Bogor mengalami kondisi cuaca yang berawan hingga kabut. Di Cianjur, misalnya, pada hari Selasa (10 Desember 2025) tercatat suhu berkisar antara 18–23 °C dengan kelembapan 76–98%. Namun, mulai hari Minggu (14 Desember 2025), kondisi cuaca berubah menjadi kabut atau asap, dengan suhu 19–23 °C dan kelembapan 84–99%.

“Kabut asap ini bisa terjadi karena kebakaran lahan di daerah sekitar yang terbawa angin ke kota,” jelas Ahli Cuaca dari BMKG. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan kualitas udara.”

Berikut adalah prakiraan cuaca untuk beberapa wilayah di Jawa Barat:

  1. Bogor
  2. Rabu, 10 Desember: Hujan Ringan (22–29 °C, 67–97%)
  3. Kamis, 11 Desember: Hujan Ringan (23–30 °C, 71–96%)

  4. Bandung

  5. Rabu, 10 Desember: Hujan Ringan (17–25 °C, 68–97%)
  6. Kamis, 11 Desember: Hujan Ringan (17–25 °C, 62–97%)

  7. Cianjur

  8. Rabu, 10 Desember: Hujan Sedang (18–23 °C, 76–98%)
  9. Minggu, 14 Desember: Kabut/Asap (19–23 °C, 84–99%)

  10. Sukabumi

  11. Rabu, 10 Desember: Hujan Ringan (21–28 °C, 67–97%)
  12. Minggu, 14 Desember: Berawan (22–26 °C, 78–97%)

  13. Garut

  14. Rabu, 10 Desember: Hujan Ringan (16–22 °C, 74–99%)
  15. Minggu, 14 Desember: Berawan (17–22 °C, 78–98%)

Selain itu, Dinas Kesehatan setempat juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Warga diminta untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker jika harus bepergian.

Fenomena kabut asap ini menunjukkan bahwa ancaman kebakaran hutan dan lahan masih nyata. Seperti yang terjadi di Palembang pada September 2025, di mana asap dari kebakaran lahan gambut di OKI terbawa angin hingga ke pusat kota. Saat itu, kualitas udara memburuk dengan lonjakan PM2,5 ke level tidak sehat, sehingga memicu kekhawatiran publik.

Masyarakat kini berharap pemerintah dan aparat penegak hukum dapat lebih sigap dalam mencegah bencana tahunan ini. Langkah pencegahan dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan harus diperkuat, terutama di kawasan rawan seperti lahan gambut.

BMKG juga mengimbau agar warga rutin memantau perkembangan kualitas udara, terutama pada malam dan dini hari. Dengan informasi yang akurat, masyarakat dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat.

#KabutAsap #CuacaJawaBarat #BMKG #PencegahanKarhutla #KesehatanMasyarakat

Pos terkait