KediriNews.com – Pemerintah Kabupaten Sragen kembali memperluas akses internet ke wilayah pedesaan dengan meluncurkan layanan WiFi gratis di Balai Desa Kecamatan Mojo, yang akan diresmikan pada 15 Maret 2025. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mewujudkan desa-desa yang lebih terhubung dan berkembang secara digital.
Program ini tidak hanya menawarkan akses internet gratis, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi lokal dan pendidikan. “Dengan adanya WiFi gratis, masyarakat dapat mengakses informasi, melakukan transaksi online, dan bahkan belajar secara mandiri,” ujar Kepala Diskominfo Sragen, Catur Sarjanto, seperti dikutip dari sumber berita lokal.
Berikut adalah beberapa hal penting terkait peluncuran layanan ini:
-
Pengadaan Infrastruktur Digital
Pemerintah Kabupaten Sragen bekerja sama dengan PLN Icon Plus dan PT Telkom Indonesia untuk menyediakan jaringan internet di 21 desa prioritas. Fasilitas ini diperuntukkan bagi warga yang belum memiliki akses internet yang memadai, terutama di daerah terpencil. -
Tujuan Utama Program
Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa melalui akses informasi dan teknologi. Dengan internet, UMKM bisa memasarkan produknya secara online, siswa bisa belajar jarak jauh, dan layanan publik bisa lebih cepat dan efisien. -
Dukungan dari Stakeholder
Selain pemerintah, berbagai pihak seperti perusahaan BUMN dan organisasi swasta turut berkontribusi dalam membangun infrastruktur digital di desa. Misalnya, PLN Icon Plus telah menyediakan akses internet di 20 desa sebelumnya, sementara Telkom Indonesia mendukung desa yang lokasinya sulit dijangkau. -
Peran Pemerintah Daerah
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menekankan bahwa penggunaan internet harus dilakukan secara produktif dan bertanggung jawab. Ia mengharapkan agar fasilitas ini dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar hiburan semata. -
Target Jangka Panjang
Program ini tidak hanya berlaku untuk satu tahun, tetapi direncanakan berkelanjutan. Tahun depan, jumlah desa yang mendapat akses internet gratis akan ditambah, sehingga totalnya mencapai 61 desa.
Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari visi nasional untuk meningkatkan penetrasi broadband di seluruh Indonesia. Menurut data Kemkomdigi, saat ini baru 21 persen rumah tangga yang memiliki akses broadband tetap. Dengan adanya proyek seperti Kampung Internet 2025, pemerintah berupaya mempercepat pencapaian target RPJMN 2025–2029, yaitu peningkatan penetrasi broadband hingga 50 persen.
Tidak hanya itu, program ini juga mendukung transformasi digital di tingkat desa, seperti yang dijelaskan oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. “Internet adalah motor penggerak kemajuan desa di era digital,” katanya dalam acara peresmian Kampung Internet di Sumatera Utara.

Pemerintah kabupaten Sragen juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan dan industri telekomunikasi, untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program. Salah satunya adalah dengan memberikan pelatihan kepada guru dan siswa SMK Negeri 1 Lubuk Pakam, agar mereka siap menjadi tenaga terampil di bidang jaringan.
Dalam konteks yang lebih luas, program ini menjadi bagian dari upaya nasional untuk membangun Indonesia yang lebih terhubung. Target pemerintah adalah 2.500 desa yang belum terkoneksi dapat menikmati layanan akses internet pada 2026. Dengan demikian, setiap desa di Indonesia akan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dalam era digital.
Pemerintah daerah dan pusat sepakat bahwa akses internet adalah salah satu aspek penting dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera dan mandiri. Oleh karena itu, inisiatif seperti WiFi gratis di Balai Desa Kecamatan Mojo menjadi langkah nyata dalam mewujudkan tujuan tersebut.





