IMAGE: Ular Sanca 5 Meter di Kecamatan Mojo 10 Maret 2025
KediriNews.com – Warga Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kembali dihebohkan oleh penemuan ular sanca raksasa yang ditemukan di area persawahan. Ular sepanjang 5 meter ini berhasil ditangkap oleh warga setempat pada hari Selasa, 10 Maret 2025. Kejadian ini menimbulkan perhatian besar dari masyarakat sekitar dan instansi terkait.
Ular sanca yang ditemukan di dekat aliran sungai kecil di Desa Tegalrejo, Kecamatan Mojo, diketahui memiliki ciri khas berwarna coklat dengan bintik hitam. Menurut informasi dari warga setempat, ular tersebut ditemukan dalam kondisi tenang dan tidak menunjukkan tanda-tanda agresif. “Awalnya kami melihat ada sesuatu yang aneh di dekat aliran air. Setelah diperiksa, ternyata itu adalah ular sanca besar,” kata Suryadi (45), salah satu warga yang ikut menangkap ular tersebut.
Menurut pengakuan Suryadi, penangkapan dilakukan secara bersama-sama oleh enam orang warga. “Kami takut kalau sendirian, jadi kami memutuskan untuk bekerja sama. Kami membawa kandang besi dan juga mengikat mulut ular agar tidak menggigit,” tambahnya. Ia menjelaskan bahwa ular itu tampak tidak bergerak dan hanya diam saat didekati.
Pengamatan Awal dan Tindakan Petugas
Setelah ditangkap, ular sanca tersebut langsung dibawa ke lokasi aman di dekat rumah warga. Saat ini, ular tersebut sedang diamankan dalam kandang sementara sambil menunggu petugas dari Balai Konservasi Wilayah (BKW) atau Dinas Lingkungan Hidup setempat. “Kami ingin memastikan ular ini tidak membahayakan lingkungan sekitar. Jadi, kami akan segera melaporkannya ke pihak berwajib,” ujar Suryadi.
Dari hasil observasi awal, ukuran ular ini memang sangat besar, hampir mendekati panjang 5 meter. Hal ini membuat banyak warga terkejut karena jarang sekali melihat ular sebesar ini di daerah perkampungan. “Saya belum pernah melihat ular sebesar ini sebelumnya. Ini benar-benar luar biasa,” ucap Supriyanto (50), warga lainnya.
Peristiwa Serupa di Daerah Lain
Kejadian serupa pernah terjadi di beberapa wilayah lain di Indonesia. Misalnya, di Kota Pasuruan, warga menangkap ular piton sepanjang 5 meter pada Mei 2025. Di Muna Barat, Sulawesi Tenggara, sebuah ular piton juga ditemukan setelah menelan anak sapi. Semua kejadian ini menunjukkan bahwa fenomena munculnya ular besar di lingkungan manusia semakin sering terjadi.
Menurut ahli biologi, hal ini bisa disebabkan oleh perubahan ekosistem dan kurangnya ruang hidup bagi satwa liar. “Banyak ular mencari tempat tinggal baru karena habitat aslinya terganggu. Ini bisa menyebabkan interaksi antara manusia dan satwa liar meningkat,” jelas Dr. Rizki Arief, pakar lingkungan dari Universitas Airlangga.
Langkah Pencegahan dan Edukasi
Untuk menghindari risiko yang lebih besar, warga diminta untuk tetap waspada dan tidak melakukan penangkapan sendiri tanpa alat yang cukup. “Jika menemukan ular, sebaiknya laporkan kepada petugas BPBD atau dinas terkait agar dapat ditangani dengan profesional,” pesan Anang Sururin, Kasi Kedaruratan BPBD Kota Pasuruan.
Selain itu, edukasi tentang perlindungan satwa liar juga penting dilakukan. “Kita harus belajar untuk hidup harmonis dengan alam. Jangan sampai kita merusak lingkungan hanya karena ketakutan,” tambah Suryadi.
Kesimpulan dan Harapan
Penemuan ular sanca 5 meter di Kecamatan Mojo menjadi peringatan bagi masyarakat bahwa lingkungan alam masih penuh dengan kejutan. Meski begitu, kejadian ini juga menunjukkan bahwa kesadaran warga untuk menjaga keamanan dan keseimbangan ekosistem semakin meningkat.
Dengan adanya tindakan cepat dan kooperatif dari warga serta pihak berwenang, harapan besar dapat terwujud dalam menjaga keberlanjutan alam dan keselamatan masyarakat. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi dan masyarakat dapat lebih bijak dalam menghadapi kehidupan bersama satwa liar.