KediriNews.com – Sebuah kejadian tidak terduga terjadi saat panitia kurban sedang melakukan proses pengulitan sapi di Kecamatan Kota, Jawa Timur, pada tanggal 7 Juni 2025. Salah satu anggota panitia mengalami luka parah setelah terkena pisau tajam yang digunakan dalam proses penyembelihan hewan qurban. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan dan kesiapan teknis panitia dalam menjalankan ibadah kurban.
“Kejadian ini sangat memprihatinkan. Kami berharap semua pihak bisa lebih waspada dan memastikan keselamatan selama pelaksanaan penyembelihan,” ujar salah satu saksi mata yang enggan disebutkan namanya. Menurut informasi yang dihimpun, korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Hingga saat ini, kondisi kesehatannya masih dalam pemantauan dokter.
Proses Penyembelihan yang Diawasi Ketat
Pada hari penyembelihan, panitia kurban di Kecamatan Kota telah menyusun rencana kerja secara terstruktur. Mereka dibagi menjadi beberapa tim, seperti tim penyembelih, pengulit, pencacah daging, dan pengemasan. Setiap tim memiliki tanggung jawab spesifik sesuai dengan peran masing-masing. Namun, kejadian ini menunjukkan bahwa ada celah dalam prosedur keselamatan yang harus segera diperbaiki.
Menurut sumber dari Pemkot Kecamatan Kota, panitia kurban tahun ini dibentuk dengan tujuan agar pelaksanaan ibadah dapat berjalan lancar dan sesuai syariat Islam. “Kami telah memberikan pembekalan kepada para petugas, termasuk cara menggunakan alat dengan aman,” kata salah satu pejabat setempat.
Peran Juleha dalam Pelaksanaan Kurban
Sebagai bagian dari upaya memastikan keselamatan dan kualitas daging, DPD Juleha (Juru Sembelih Halal) juga turut hadir dalam proses penyembelihan. Tim Juleha bertugas memantau proses penyembelihan agar sesuai dengan standar syariat dan kesehatan. Namun, dalam kasus ini, tampaknya ada ketidakseimbangan antara persiapan dan pelaksanaan nyata.
“Kami akan segera melakukan evaluasi terhadap prosedur keselamatan di lapangan,” ujar Yulianto, perwakilan DPD Juleha Pulang Pisau. Ia menambahkan, “Setiap petugas wajib mematuhi aturan yang sudah ditetapkan, termasuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan.”
Langkah-Langkah Pencegahan yang Harus Dilakukan
- Pelatihan Berkala: Semua anggota panitia harus mengikuti pelatihan berkala mengenai cara menggunakan alat tajam secara aman.
- Penggunaan Alat yang Sesuai: Pastikan semua alat yang digunakan dalam penyembelihan dalam kondisi baik dan tidak tajam berlebihan.
- Penjagaan Keselamatan: Selama proses penyembelihan, pastikan tidak ada orang yang berada di dekat area kerja tanpa izin.
- Sistem Pengawasan: Bentuk sistem pengawasan internal agar setiap proses dapat dipantau secara real-time.
- Evaluasi Pasca-Kegiatan: Lakukan evaluasi setelah kegiatan berakhir untuk mengetahui kekurangan dan perbaikan di masa depan.
Harapan untuk Masa Depan
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh komunitas yang melaksanakan ibadah kurban. Meskipun tujuan utamanya adalah untuk berbagi dan membantu sesama, keselamatan dan kesejahteraan para pelaku juga harus diutamakan. Dengan adanya peningkatan kesadaran dan pengawasan yang lebih ketat, diharapkan kejadian serupa tidak terulang lagi.
