KediriNews.com – Hari Tani Nasional yang diperingati setiap tanggal 24 September menjadi momen penting bagi para petani di berbagai daerah. Di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, ratusan petani turun ke jalan untuk menyampaikan tuntutan mereka terkait subsidi pupuk. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kenaikan harga pupuk dan ketidakadilan dalam pemberian bantuan dari pemerintah.
Demo petani di Kecamatan Pare ini tidak hanya sekadar aksi sosial, tetapi juga menjadi wujud perjuangan para petani untuk mempertahankan kelangsungan hidup mereka di tengah tantangan ekonomi dan lingkungan. Mereka menuntut agar pemerintah segera memberikan subsidi pupuk secara merata dan efektif, terutama untuk komoditas padi yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat pedesaan.
“Kami selalu mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah, tapi sampai saat ini belum ada kejelasan,” ujar salah satu peserta demo, Suryadi, kepada wartawan. “Harga pupuk naik tajam, sedangkan hasil panen kami justru tidak cukup untuk membayar biaya produksi.”
-
Tuntutan Utama Petani
Para petani menuntut beberapa hal yang dianggap sangat mendesak. Pertama, penurunan harga pupuk atau pemberian subsidi yang lebih besar. Kedua, pembagian pupuk secara merata dan transparan agar tidak terjadi kesenjangan antara petani besar dan kecil. Ketiga, perlindungan hukum terhadap hak-hak petani, termasuk dalam hal penggunaan lahan dan pemasaran hasil pertanian. -
Dampak Kenaikan Harga Pupuk
Kenaikan harga pupuk telah berdampak signifikan pada biaya produksi para petani. Dalam beberapa tahun terakhir, harga pupuk urea dan SP-36 melonjak hingga 50% dari tahun sebelumnya. Hal ini membuat banyak petani harus meminjam dana atau mengurangi jumlah pupuk yang digunakan, sehingga mengurangi hasil panen. -
Peran Pemerintah dalam Mendukung Petani
Meskipun pemerintah telah memberikan beberapa bantuan, seperti program bantuan langsung tunai (BLT) dan subsidi pupuk, para petani merasa bahwa bantuan tersebut masih kurang memadai. Mereka berharap pemerintah bisa lebih proaktif dalam mengidentifikasi kebutuhan petani dan memberikan solusi yang tepat sasaran.

-
Pengaruh Terhadap Sektor Pertanian
Kenaikan harga pupuk juga berdampak pada stabilitas produksi pangan nasional. Jika para petani tidak mampu membeli pupuk yang cukup, maka produksi padi akan menurun, yang berpotensi memicu kenaikan harga beras di pasaran. Ini bisa berdampak pada kesejahteraan masyarakat luas, terutama di daerah-daerah yang bergantung pada pertanian. -
Tantangan Keberlanjutan Pertanian
Selain masalah subsidi pupuk, para petani juga mengeluhkan masalah keberlanjutan pertanian. Banyak dari mereka mengalami kerusakan tanah akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan. Mereka berharap pemerintah bisa memperkenalkan metode pertanian ramah lingkungan dan memberikan pelatihan tentang penggunaan pupuk organik.

Kepala Desa Kebonsari, Kecamatan Pare, mengatakan bahwa pihaknya siap mendukung langkah-langkah yang diambil oleh para petani. Ia menilai bahwa aksi ini adalah bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi pertanian yang semakin sulit.
“Kami berharap pemerintah dapat segera merespons tuntutan petani. Tanpa dukungan yang nyata, kami khawatir produksi pangan akan terganggu dan kesejahteraan petani akan semakin sulit dicapai,” kata dia.
Aksi demo petani di Kecamatan Pare menjadi pengingat bahwa sektor pertanian masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah. Dengan adanya subsidi pupuk yang layak dan kebijakan yang pro-petani, diharapkan kondisi para petani bisa lebih baik dan stabil.



