KediriNews.com – Pada hari Selasa, 10 Agustus 2025, kecamatan Pare menjadi sorotan saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 digelar dengan cara yang tidak biasa. Salah satu acara utama dalam perayaan tersebut adalah lomba gerak jalan umum dan pelajar, yang berlangsung meriah dan penuh canda tawa. Tidak hanya itu, kostum hantu yang dikenakan peserta membuat penonton terhibur dan tak henti tertawa.
Dalam lomba gerak jalan ini, para peserta memadukan semangat nasionalisme dengan kreativitas yang tinggi. Banyak dari mereka memilih untuk mengenakan kostum unik, seperti hantu, alien, dan karakter animasi populer. Hal ini menunjukkan bahwa even tahunan ini bukan hanya sekadar ajang lomba, tetapi juga menjadi wadah bagi ekspresi kreatif masyarakat.
“Kami ingin memberikan nuansa yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar salah satu panitia acara kepada KediriNews.com. “Dengan kostum-kostum lucu, kami berharap bisa menciptakan suasana yang lebih santai dan menyenangkan.”
Berikut beberapa hal yang membuat lomba gerak jalan kali ini begitu istimewa:
-
Kostum yang Menarik Perhatian
Peserta dari berbagai usia memilih untuk mengenakan kostum yang sangat kreatif. Salah satu yang paling mencolok adalah kelompok yang berpakaian sebagai hantu, lengkap dengan wajah yang menyeramkan dan suara yang menggelegar. Mereka bahkan membawa alat musik sederhana untuk menambah kesan dramatis. -
Partisipasi Masyarakat yang Tinggi
Acara ini dihadiri oleh ribuan orang, termasuk anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Banyak dari mereka turut serta dalam gerak jalan atau hanya menyaksikan dari pinggir jalan. Suasana antusias terlihat jelas dari raut wajah para peserta dan penonton. -
Perpaduan Budaya dan Modernitas
Dalam lomba ini, peserta tidak hanya menampilkan gerakan tradisional, tetapi juga menggabungkannya dengan gaya modern. Misalnya, ada kelompok yang melakukan gerakan tari tradisional sambil membawakan lagu pop yang sedang tren. -
Dukungan dari Pemerintah Setempat
Pemerintah Kecamatan Pare mendukung penuh acara ini. Mereka menyediakan fasilitas seperti tempat parkir, tenda pertolongan pertama, dan jalur yang aman bagi peserta dan penonton. -
Penghargaan untuk Kreativitas
Selain hadiah utama, ada penghargaan khusus untuk kostum terbaik dan tampilan paling lucu. Ini menjadi motivasi tambahan bagi peserta untuk tampil maksimal dan menunjukkan kreativitas mereka.

Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, pernah menyampaikan bahwa lomba gerak jalan bertujuan untuk membangkitkan semangat kepahlawanan generasi muda. Meski acara di Kecamatan Pare tidak sepenuhnya mirip dengan lomba yang digelar di Gorontalo Utara, prinsip dasarnya sama: menjaga semangat nasionalisme melalui kegiatan yang menyenangkan dan edukatif.
“Lomba gerak jalan ini bukan hanya tentang lari atau berjalan, tapi juga tentang membangun rasa persatuan dan kebersamaan,” kata Thariq dalam sebuah pidato sebelumnya. “Dengan tampil lucu dan kreatif, kita bisa menunjukkan bahwa kita bangga akan budaya kita sendiri.”
Acara ini juga menjadi momen penting bagi masyarakat untuk saling bersilaturahmi dan menikmati momen bersama. Banyak dari mereka mengunggah foto dan video gerak jalan ke media sosial, sehingga acara ini pun viral dan mendapatkan perhatian luas.
Menurut sumber lokal, kegiatan ini akan terus dilanjutkan setiap tahun dengan peningkatan partisipasi dan kreativitas yang semakin tinggi. Dengan adanya inisiatif seperti ini, masyarakat tidak hanya merayakan kemerdekaan, tetapi juga menunjukkan kecintaan mereka terhadap tanah air melalui cara yang unik dan menyenangkan.



