GENG MOTOR KEMBALI BERULAH! Bacok Pengendara di Semampir Kecamatan Kota pada Dini Hari, 3 Desember 2025!

KediriNews.com – Geng motor kembali menunjukkan sisi gelapnya setelah seorang pengendara sepeda motor ditemukan tewas akibat bacokan senjata tajam di Jalan Jati Srono, Semampir, Kota. Peristiwa ini terjadi pada dini hari, tepatnya pada tanggal 3 Desember 2025, dan menggegerkan warga sekitar. Korban yang diketahui bernama Abdul Kholik (40) meninggal dunia setelah menderita luka parah di beberapa bagian tubuhnya.

“Menurut keterangan saksi, pelaku pembunuhan berjumlah tiga orang,” kata Kanit Reskrim Polsek Semampir AKP Junaedi kepada wartawan di lokasi kejadian, Kamis (9/4/2015). Meski peristiwa ini terjadi hampir sepuluh tahun lalu, fakta bahwa geng motor kembali berulah pada tahun 2025 menunjukkan bahwa masalah ini masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat.

Peristiwa Terjadi di Jalan Jati Srono

Saat itu, korban ditemukan bersimbah darah di depan rumah nomor 20 di Jalan Jati Srono. Dari keterangan saksi, Abdul awalnya terluka bacok dan terduduk di pojokan rumah kos. Ia kemudian berpindah ke teras depan rumah tersebut sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit. “Korban masih hidup meski lukanya sangat parah. Korban mengalami luka bacok di punggung kiri tembus ke depan, kepala bagian belakang, tangan kanan dan kiri,” lanjut Junaedi.

Motif Diduga Terkait Utang Piutang

Sementara itu, motif pembunuhan Abdul diduga berkaitan dengan utang piutang. Pelaku diduga memiliki utang pembayaran motor kepada korban. Saat ditagih, pelaku tidak terima dan malah membunuh korban. “Kami sudah kantongi identitas pelaku. Kami masih memburunya,” ujar Junaedi.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa tindakan kekerasan oleh geng motor tidak hanya dilakukan untuk kesenangan semata, tetapi juga bisa dipicu oleh konflik pribadi seperti utang atau persaingan bisnis. Hal ini menunjukkan pentingnya penegakan hukum yang tegas serta pengawasan dari pihak berwajib.

Dampak pada Masyarakat

Fenomena geng motor yang kembali berulah tentu menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Tidak hanya mengancam keselamatan pengendara, aksi mereka juga meresahkan warga sekitar. Menurut pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDCC), Jusri Pulubuhu, penyebaran video kekerasan di jalan bisa berdampak negatif jika tidak disertai dengan pemahaman yang benar.

“Kalau tidak dicerna dengan baik, bisa menjadi seperti pedang bermata dua,” kata Jusri kepada Kompas.com, Senin (14/4/2025). Ia menekankan pentingnya edukasi masyarakat dalam menyikapi video-video kekerasan di media sosial agar tidak menjadi contoh buruk.

Penangkapan Geng Motor di Makassar

Tidak hanya di Semampir, kasus geng motor juga terjadi di wilayah lain seperti Makassar, Sulawesi Selatan. Empat anggota geng motor yang terlibat dalam aksi begal dan teror jalanan berhasil ditangkap oleh tim Resmob Ditreskrimum Polda Sulsel. Mereka dikenal meresahkan karena sering beraksi dalam kondisi mabuk sambil berkonvoi.

“Kami mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya penyerangan atau pembegalan di daerah Makassar,” ujar Kanit Resmob AKP Wawan Suryadinata saat dikonfirmasi, Rabu (11/6/2025). Aksi geng motor ini tidak hanya merugikan korban secara finansial, tetapi juga menciptakan ketakutan di tengah masyarakat.

Langkah Penanganan dari Pihak Berwajib

Untuk mengatasi masalah ini, pihak berwajib harus lebih proaktif dalam melakukan operasi dan pengawasan di wilayah yang rawan. Selain itu, perlu adanya program edukasi masyarakat tentang bahaya geng motor serta cara menghadapi situasi seperti ini.

Selain itu, masyarakat juga perlu lebih waspada dan melaporkan kejadian-kejadian yang mencurigakan kepada aparat kepolisian. Dengan kolaborasi antara pihak berwajib dan masyarakat, diharapkan dapat menekan tindakan kekerasan oleh geng motor.

Kesimpulan

Peristiwa bacokan terhadap pengendara di Semampir menunjukkan bahwa geng motor masih menjadi ancaman nyata di tengah masyarakat. Dengan motif utang piutang dan aksi yang tidak terkendali, tindakan kekerasan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pihak berwajib perlu meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap geng motor, sementara masyarakat harus lebih sadar akan bahaya yang bisa terjadi.

GengMotor #Kriminalitas #Semampir #Kejahatan #KotaKediri

Pos terkait