KediriNews.com – Petani di Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kembali mengalami kekecewaan setelah serangan hama patek menyerang tanaman cabai mereka pada 6 Desember 2025. Peristiwa ini menyebabkan gagal panen yang berdampak signifikan terhadap pendapatan dan kehidupan sehari-hari para petani.
“Kami sudah memperkirakan adanya gangguan dari cuaca ekstrem, tapi tidak menyangka bahwa hama patek akan menyerang secara masif,” ujar Suryo, salah satu petani di Desa Bosowo, Kecamatan Kepung. “Tidak hanya tanaman kami rusak, tetapi juga hasil panen yang sudah diperkirakan bisa dipasarkan langsung hilang begitu saja.”
Dalam laporan resmi dari Kementerian Pertanian pada Februari 2017, Kecamatan Kepung memang menjadi salah satu sentra produksi cabai rawit merah. Di masa lalu, wilayah ini memiliki potensi panen besar, termasuk di Desa Bosowo, Kebonrejo, dan Kampung Baru. Namun, kini situasi justru berbeda.
Penyebab Serangan Patek
Patek adalah salah satu hama yang sangat merugikan dalam budidaya cabai. Hama ini biasanya muncul ketika kondisi lingkungan tidak seimbang, seperti kelembapan tinggi atau kurangnya pengendalian hama secara berkala. Menurut data dari Dinas Pertanian Kabupaten Kediri, penyebaran patek di Kecamatan Kepung terjadi akibat kombinasi faktor alami dan kurangnya perawatan intensif dari petani.
“Patek menyerang akar dan batang tanaman cabai, sehingga tanaman cepat layu dan mati,” jelas Arifin, petugas penyuluh pertanian di Kecamatan Kepung. “Kondisi ini sangat miris karena banyak petani tidak memiliki persediaan obat hama yang cukup untuk mengatasi serangan tersebut.”
Dampak Ekonomi bagi Petani
Gagal panen cabai telah membuat banyak petani di Kecamatan Kepung mengalami kerugian finansial. Sebelumnya, para petani berharap bisa mendapatkan hasil panen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan menjual ke pasar. Namun, kini hasil panen mereka justru hilang.
“Kami bahkan harus membeli cabai dari daerah lain untuk kebutuhan rumah tangga,” tambah Suryo. “Ini sangat membebani, apalagi harga cabai di pasaran saat ini sudah naik tajam.”
Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, harga cabai di tingkat konsumen mencapai Rp80.000 per kilogram, naik sekitar 30% dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini diperparah oleh rendahnya pasokan akibat gagal panen di beberapa sentra produksi, termasuk Kecamatan Kepung.
Upaya Penanggulangan
Meski situasi sulit, pemerintah dan lembaga terkait sedang berupaya untuk membantu para petani. Dinas Pertanian Kabupaten Kediri telah menggelar pelatihan intensif tentang pengendalian hama dan teknik budidaya yang lebih efisien. Selain itu, program subsidi dan bantuan alat pertanian juga sedang disiapkan.
“Kami sedang berkoordinasi dengan Bulog dan PPI untuk memastikan distribusi cabai tetap lancar,” ujar Yanuardi, Direktur Sayur dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian. “Namun, ini bukan solusi jangka panjang. Yang terpenting, petani perlu dilatih untuk mengelola lahan secara lebih baik.”
Kesimpulan
Serangan patek pada 6 Desember 2025 di Kecamatan Kepung menjadi peringatan bagi seluruh petani cabai di Indonesia. Cuaca ekstrem dan hama yang tidak terkontrol bisa berdampak besar pada stabilitas pangan dan kesejahteraan petani. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga penelitian, dan petani untuk menghadapi tantangan ini secara lebih proaktif.







