KediriNews.com – Festival Tahu Kuning yang digelar di Kecamatan Kota pada 25 Mei 2025 berhasil mencatatkan rekor baru dalam sejarah kuliner lokal. Acara ini berlangsung dengan antusiasme tinggi, diikuti oleh ribuan warga dan pengunjung yang ingin ikut merasakan keunikan tahu kuning khas daerah tersebut. Dalam perayaan tersebut, sebanyak 1.500 porsi tahu kuning disajikan secara bersamaan, memecahkan rekor sebelumnya dan menjadi salah satu acara makan terbesar yang pernah dilakukan di wilayah ini.
“Acara ini merupakan bentuk apresiasi terhadap tradisi kuliner yang sudah lama dikenal di Kecamatan Kota,” ujar Ketua Panitia Festival Tahu Kuning, Suryadi. “Kami berharap melalui festival ini, tahu kuning bisa lebih dikenal dan menjadi icon kuliner yang bisa dibanggakan.”
Sejarah dan Keunikan Tahu Kuning

Tahu kuning bukanlah jenis tahu biasa. Berbeda dengan tahu putih yang umum ditemukan di pasar-pasar tradisional, tahu kuning memiliki tekstur yang lebih lembut dan rasa yang lebih gurih. Proses pembuatannya juga menggunakan bahan-bahan alami seperti air tanah khusus dan bumbu rempah lokal yang memberi warna kuning alami serta aroma khas.
Menurut penuturan para penjual tahu kuning di Kecamatan Kota, tahu ini pertama kali muncul sebagai alternatif dari tahu putih yang biasanya disajikan dalam berbagai masakan. Karena rasanya yang unik dan kandungan nutrisinya yang baik, tahu kuning mulai diminati oleh masyarakat setempat dan akhirnya menjadi bagian dari budaya kuliner kota.
“Tahu kuning ini tidak hanya enak, tetapi juga memiliki nilai sejarah. Dahulu, tahu ini sering disajikan dalam acara adat atau perayaan tertentu,” kata Ibu Rina, salah satu penjual tahu kuning yang sudah berdagang selama 20 tahun.
Perayaan yang Mengundang Antusiasme

Festival Tahu Kuning yang digelar pada 25 Mei 2025 berlangsung di Lapangan Merdeka Kecamatan Kota. Acara ini dimulai sejak pagi hari dengan berbagai aktivitas seperti demo memasak tahu kuning, pertunjukan seni tradisional, dan pameran produk lokal. Namun, yang paling dinantikan adalah saat para peserta mengambil bagian dalam makan tahu kuning secara bersamaan.
Pada puncak acara, sebanyak 1.500 porsi tahu kuning disajikan di meja panjang yang dibentangkan di tengah lapangan. Para peserta, termasuk anak-anak, remaja, dan orang tua, berbaris untuk mengambil tahu kuning yang telah disiapkan oleh tim panitia. Suasana riuh dan penuh semangat terlihat jelas, dengan banyaknya foto dan video yang diambil oleh para peserta.
“Saya sangat senang bisa ikut dalam acara ini. Ini pertama kalinya saya mencoba tahu kuning, dan rasanya sangat enak,” ujar Adi, seorang siswa SD yang ikut dalam acara tersebut.
Dampak Ekonomi dan Budaya
Festival Tahu Kuning tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat. Banyak pedagang kecil dan UMKM yang turut ambil bagian dalam acara ini, menjual berbagai produk lokal seperti minuman segar, kerajinan tangan, dan makanan ringan.
Selain itu, acara ini juga menjadi momentum penting untuk melestarikan budaya lokal. Dengan adanya festival ini, tahu kuning yang sebelumnya hanya dikenal oleh kalangan tertentu, kini semakin dikenal luas. Bahkan, beberapa hotel dan restoran di kota ini mulai menyediakan tahu kuning sebagai menu khas.
“Kami berharap festival ini bisa menjadi awal dari pengembangan tahu kuning sebagai salah satu icon kuliner kota,” tambah Suryadi.
Kesimpulan
Festival Tahu Kuning yang berlangsung pada 25 Mei 2025 menjadi sebuah momen penting bagi masyarakat Kecamatan Kota. Selain memecahkan rekor makan tahu terbanyak, acara ini juga menjadi ajang promosi kuliner lokal dan memperkuat identitas budaya daerah. Dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta, diharapkan tahu kuning dapat menjadi salah satu makanan yang layak diperkenalkan ke tingkat nasional dan internasional.





