KediriNews.com – Festival Nanas Pasir Kelud yang digelar di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada 25 Februari 2025 menjadi peristiwa yang mencuri perhatian publik. Salah satu momen paling menonjol adalah pembuangan gunungan nanas setinggi 5 meter yang berlangsung dalam waktu hanya 3 menit. Acara ini mengundang ratusan warga dan pengunjung untuk ikut serta dalam kegiatan yang memadukan budaya, pariwisata, dan ekonomi lokal.
Gunungan nanas tersebut merupakan simbol dari potensi buah nanas sebagai produk unggulan daerah. Dalam festival kali ini, buah nanas yang disajikan tidak hanya sekadar bahan makanan, tetapi juga menjadi bagian dari ritual dan tradisi masyarakat sekitar. “Ini adalah bentuk apresiasi terhadap hasil pertanian yang telah lama menjadi ciri khas wilayah ini,” ujar salah satu panitia acara, yang enggan menyebutkan nama.
-
Sejarah dan Perkembangan Festival Nanas
Festival Nanas Pasir Kelud pertama kali digelar beberapa tahun silam sebagai upaya untuk memperkenalkan potensi pertanian lokal kepada masyarakat luas. Seiring berjalannya waktu, acara ini berkembang menjadi event tahunan yang menarik minat wisatawan dan pelaku usaha. Tahun ini, festival kembali digelar dengan konsep yang lebih inovatif dan interaktif. -
Pembuangan Gunungan Nanas: Momen Puncak yang Spektakuler
Momen paling menarik dalam festival kali ini adalah pembuangan gunungan nanas setinggi 5 meter. Buah-buah nanas yang telah dirakit secara estetis dan dihiasi dengan dekorasi khas daerah, dibagikan kepada para peserta yang antre sejak pagi hari. Dalam hitungan detik, seluruh gunungan itu ludes dibagikan, menandai akhir dari rangkaian acara.
“Saya sangat senang bisa hadir di sini. Ini pertama kalinya saya melihat gunungan nanas seperti ini. Sangat menarik dan membuat saya ingin kembali lagi,” kata Ana, salah satu pengunjung yang hadir.
- Dampak Ekonomi dan Budaya
Festival Nanas Pasir Kelud tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga memiliki dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Banyak pelaku UMKM yang turut serta dalam acara ini, menjual olahan dari buah nanas seperti keripik, minuman, dan makanan ringan. Selain itu, festival juga menjadi ajang promosi budaya lokal, dengan adanya tarian dan pakaian tradisional yang dipersembahkan oleh warga setempat.

- Inovasi Produk Olahan Nanas
Selama festival, banyak inovasi produk olahan nanas yang ditampilkan. Mulai dari keripik nanas rasa rempah, jus segar, hingga kue nanas yang dikemas dalam kemasan modern. Hal ini menunjukkan bahwa buah nanas tidak hanya menjadi bahan makanan biasa, tetapi juga bisa menjadi bahan baku untuk produk-produk bernilai tambah.

- Peran Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Kediri terus mendukung pengembangan sektor pertanian, termasuk dalam hal peningkatan kualitas dan pemasaran buah nanas. Dalam acara ini, beberapa pejabat daerah hadir untuk memberikan dukungan dan semangat kepada para petani dan pelaku usaha.
“Kami berharap festival ini bisa menjadi ajang promosi yang efektif, sehingga buah nanas Kediri semakin dikenal di pasar nasional maupun internasional,” ujar Sekda Kediri, Mohamad Solikin, dalam sambutannya.
-
Keberlanjutan dan Tantangan
Meskipun festival ini sukses, masih ada tantangan yang harus dihadapi, seperti masalah distribusi dan pengelolaan limbah. Panitia berkomitmen untuk menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan acara berjalan dengan aman dan tertib. -
Harapan Masa Depan
Di masa depan, festival ini diharapkan dapat menjadi even tahunan yang lebih besar dan lebih profesional. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, potensi buah nanas Kediri akan semakin terlihat dan memberikan manfaat bagi semua pihak.
Hashtag:





