Fenomena Halo Matahari: Cincin Pelangi Terlihat di Kecamatan Pare Pada 4 Desember 2025

KediriNews.com – Fenomena alam yang langka dan menarik perhatian masyarakat kembali terjadi di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Pada siang hari, 4 Desember 2025, warga setempat menyaksikan cincin pelangi mengelilingi matahari, sebuah fenomena yang dikenal dengan nama halo matahari. “Saya langsung terkejut saat melihat cincin berwarna-warni di sekitar matahari. Ini pertama kalinya saya melihatnya,” ujar Suryadi, warga Pare yang merupakan salah satu saksi mata kejadian tersebut.

Fenomena ini terjadi akibat pembiasan cahaya matahari oleh butiran es atau kristal air yang terdapat dalam awan sirus. Dikutip dari laporan Balai Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, hal ini sering terjadi pada musim hujan atau saat ada uap air yang naik ke atmosfer tinggi. “Halo matahari tidak berbahaya dan merupakan fenomena alam yang biasa terjadi,” jelas Dwi Hartanto, Koordinator Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah III Denpasar.

  1. Apa Itu Halo Matahari?

    Halo matahari adalah fenomena alam yang terjadi ketika cahaya matahari dibelokkan oleh kristal es atau partikel air di atmosfer. Proses ini mirip dengan pembentukan pelangi, hanya saja halo terbentuk di sekitar matahari atau bulan. Menurut buku Fenomena Alam Unik (2019) karya Tethy Ezokanzo dan Wahyu Annisha, halo bisa memiliki berbagai jenis, seperti halo 22 derajat, halo 46 derajat, sundogs, dan pillar. Jenis yang paling umum adalah halo 22 derajat, yang memiliki warna merah di bagian dalam dan biru di bagian luar.

  1. Penyebab Terjadinya Halo Matahari

    Menurut penjelasan dari BMKG, halo matahari terbentuk karena adanya kristal es di awan sirus yang berada di ketinggian 5-10 kilometer dari permukaan bumi. Saat cahaya matahari melewati kristal-kristal ini, cahaya akan mengalami pembiasan dan memecah menjadi spektrum warna. Warna yang muncul biasanya terbatas karena cahaya yang dibelokkan lebih kecil pada siang hari. “Ini juga menjadi tanda bahwa intensitas uap air di atmosfer tinggi cukup tinggi, sehingga bisa menjadi indikator cuaca mendekati hujan,” tambah Dwi.

  2. Mitos dan Fakta Tentang Halo Matahari

    Meskipun banyak orang menganggap halo matahari sebagai pertanda bencana, nyatanya fenomena ini tidak memiliki hubungan dengan bencana alam. Menurut Ika dari Universitas Gadjah Mada (UGM), halo matahari hanya merupakan fenomena alam biasa yang terjadi karena kondisi atmosfer tertentu. “Banyak masyarakat masih percaya mitos tentang halo, tetapi secara ilmiah, ini tidak berbahaya,” ujarnya.

Cincin Pelangi Mengelilingi Matahari di Kecamatan Pare

  1. Peristiwa Serupa di Indonesia

    Fenomena halo matahari sudah beberapa kali terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Contohnya, pada Maret 2021 di Bandung, Januari 2022 di Bali, Agustus 2023 di Lhokseumawe, November 2024 di Bima, dan terbaru di Sumedang, Jawa Barat pada 20 April 2025. Setiap kejadian selalu menarik perhatian masyarakat dan menjadi topik pembicaraan di media sosial.

  2. Pengamatan dan Rekomendasi

    Bagi masyarakat yang ingin melihat fenomena halo matahari, disarankan untuk memperhatikan kondisi cuaca dan memastikan keamanan saat mengamati. “Jangan mengamati matahari secara langsung tanpa perlindungan, karena dapat merusak penglihatan,” pesan Dwi. Selain itu, para ahli meteorologi juga menyarankan untuk mencatat waktu dan lokasi kejadian agar bisa digunakan untuk studi lebih lanjut.

Halo Matahari di Langit Kecamatan Pare

Fenomena halo matahari yang terjadi di Kecamatan Pare pada 4 Desember 2025 menjadi bukti bahwa alam masih menyimpan keajaiban yang tak terduga. Meskipun terlihat langka, fenomena ini justru menunjukkan betapa kompleksnya interaksi antara cahaya matahari dan partikel-partikel di atmosfer. Bagi para peneliti dan pecinta alam, momen seperti ini menjadi kesempatan untuk belajar lebih dalam tentang proses alam yang terjadi di sekitar kita.

HaloMatahari #CincinPelangi #FenomenaAlam #KecamatanPare #CuacaIndonesia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *