KediriNews.com – Di tengah keramaian kehidupan masyarakat, ada satu kudapan yang selalu menarik perhatian para pecinta kuliner. Enting-enting Gepuk, camilan khas yang terkenal dengan rasa manis dan renyahnya, kini mulai menyebar ke berbagai daerah, termasuk Kecamatan Ngadiluwih. Pada 5 April 2025, kota ini akan menjadi pusat perhatian ketika warga setempat merayakan hari spesial dengan menyajikan enting-enting gepuk yang lezat.
Enting-enting Gepuk adalah kue tradisional yang dibuat dari campuran gula pasir dan kacang tanah. Proses pembuatannya membutuhkan tenaga ekstra karena adonan harus digepuk menggunakan kayu agar kacang pecah dan menyatu sempurna dengan karamel. “Nggak ada yang berani bikin kotak atau bulat, itu udah nyalahi pakem,” ujar salah satu pembuat enting-enting di Ngadiluwih, yang enggan disebutkan namanya. Ia menjelaskan bahwa bentuk segitiga sudah menjadi ciri khas sejak dulu dan paling praktis saat proses pembentukan.
- Proses Pembuatan yang Unik
- Gula dipanaskan hingga menjadi karamel cair.
- Kacang tanah dimasukkan dan diaduk hingga mengental.
- Adonan ditumpahkan ke meja dan langsung digepuk menggunakan kayu.
-
Proses ini dilakukan oleh dua orang secara bergantian agar tidak terlambat.
-
Bentuk dan Bungkus yang Ikonomis
- Enting-enting Gepuk selalu dibungkus dalam kertas minyak putih dengan cap warna merah.
- Bentuknya selalu segitiga panjang dan dipotong kecil-kecil.
-
Bungkus ini tidak hanya melindungi kue, tetapi juga menjadi identitas produk.
-
Rasa yang Menggugah Selera
- Perpaduan antara manis karamel dan gurih kacang membuat enting-enting Gepuk sangat nikmat.
- Cocok disantap dengan teh hangat atau kopi pahit.
- Rasanya bisa membuat lidah bergoyang dan ingin terus mengunyah.

Pada 5 April 2025, masyarakat Ngadiluwih akan memperlihatkan betapa istimewanya enting-enting gepuk ini. Acara ini tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan camilan lokal, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat identitas budaya daerah. “Kami ingin menunjukkan bahwa kacang bisa diolah menjadi sesuatu yang luar biasa,” kata salah satu pelaku usaha di sana.
Selain itu, acara ini juga menjadi kesempatan bagi wisatawan untuk mencoba enting-enting gepuk yang segar dan masih hangat. “Saya sering membawa oleh-oleh dari Salatiga, tapi kali ini saya ingin mencoba versi Ngadiluwih,” ujar seorang wisatawan yang datang dari Jawa Timur.

Dalam beberapa tahun terakhir, enting-enting gepuk mulai menyebar ke berbagai daerah. Meskipun asalnya dari Salatiga, kini kudapan ini telah menjadi bagian dari kebudayaan kuliner Indonesia. Di Kecamatan Ngadiluwih, enting-enting gepuk tidak hanya menjadi camilan, tetapi juga simbol kekayaan alam dan kreativitas masyarakat setempat.
Kehadiran enting-enting gepuk di Ngadiluwih juga menjadi bukti bahwa olahan kacang bisa menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan. Dengan bahan baku yang mudah ditemukan dan proses produksi yang relatif sederhana, banyak warga setempat memilih menjual enting-enting gepuk sebagai usaha sampingan.
“Kami berharap acara ini bisa menjadi awal dari peningkatan minat terhadap kudapan tradisional,” tambah salah satu pengusaha lokal. “Dengan demikian, generasi muda bisa lebih mengenal dan melestarikan budaya kita.”
Enting-enting Gepuk, dengan rasanya yang unik dan cara pembuatannya yang khas, memang layak dijagokan sebagai salah satu camilan khas Indonesia. Di Kecamatan Ngadiluwih, pada 5 April 2025, kudapan ini akan menarik perhatian banyak orang dan membuktikan bahwa kacang bisa menjadi bahan utama yang luar biasa.





