Debat Calon Walikota PANAS! Saling Serang Soal Banjir di Kecamatan Kota pada 20 November 2025

KediriNews.com — Debat calon walikota yang digelar pada 20 November 2025 berlangsung sangat panas, dengan para kandidat saling menyerang terkait isu banjir yang sering terjadi di beberapa kecamatan di Kota. Debat ini menjadi momen penting bagi masyarakat untuk memahami visi dan misi para calon walikota dalam menghadapi ancaman bencana alam yang semakin sering terjadi.

Dalam debat tersebut, salah satu kandidat, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa pemerintah kota sebelumnya gagal dalam mengelola drainase dan infrastruktur yang memadai. Ia menilai, perencanaan kota tidak memperhatikan faktor lingkungan, sehingga menyebabkan banjir yang sering melanda wilayah perkotaan.

“Pemerintah sebelumnya tidak melakukan mitigasi secara benar. Jika saya terpilih, akan ada perbaikan sistem drainase dan peningkatan kualitas tata kota,” ujar Budi Prasetyo, seperti dikutip dari Kediri News.

Sementara itu, calon lainnya, Siti Aminah, menuduh bahwa penyebab utama banjir adalah pembangunan yang tidak terkontrol. Menurutnya, banyak proyek infrastruktur yang dilakukan tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan.

“Kita harus lebih hati-hati dalam membangun kota. Jangan sampai mengorbankan lingkungan hanya demi pertumbuhan ekonomi,” katanya.

[IMAGE: Debat Calon Walikota PANAS Saling Serang Soal Banjir di Kecamatan Kota]

Debat ini juga membahas soal pengelolaan air hujan dan tanggung jawab pemerintah dalam menghadapi cuaca ekstrem. Beberapa warga setempat mengeluhkan bahwa banjir sering terjadi saat musim hujan, terutama di kecamatan yang dekat dengan sungai atau daerah rendah.

Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah kota tersebut memiliki risiko banjir tinggi karena letak geografis dan curah hujan yang tinggi. Dalam debat, para calon walikota dituntut untuk memberikan solusi konkret agar masyarakat bisa hidup aman dari ancaman banjir.

[IMAGE: Debat Calon Walikota PANAS Saling Serang Soal Banjir di Kecamatan Kota]

Beberapa poin yang disampaikan oleh para calon antara lain:

  1. Peningkatan Infrastruktur Drainase: Membangun sistem saluran air yang lebih efektif untuk mengurangi risiko banjir.
  2. Penegakan Peraturan Zonasi: Mengatur penggunaan lahan agar tidak mengganggu aliran air.
  3. Pengadaan Alat Pemantau Cuaca: Memasang sensor cuaca untuk memprediksi potensi banjir.
  4. Edukasi Masyarakat: Memberikan pemahaman tentang cara menghadapi banjir dan tindakan pencegahan.

Selain itu, para calon juga menyentil satu sama lain dalam debat. Misalnya, Budi Prasetyo menuding Siti Aminah tidak memiliki rencana jelas untuk mengatasi masalah banjir, sementara Siti Aminah menilai Budi tidak memperhatikan aspek lingkungan dalam rencana pembangunannya.

Debat ini menunjukkan bahwa isu banjir menjadi salah satu topik utama yang dibahas oleh para calon walikota. Para peserta debat diharapkan mampu memberikan solusi nyata agar masyarakat dapat merasa aman dan sejahtera di tengah ancaman bencana alam.

Hashtag: #DebatCalonWalikota #BanjirKota #Pemilu2025 #PengelolaanAir #KesiapanBencana

Pos terkait