KediriNews.com – Di tengah upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas kesehatan balita, kecamatan Mojoroto menjadi salah satu wilayah yang aktif dalam menyosialisasikan pentingnya pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang sehat dan tepat. Pada tanggal 5 Juli 2025, masyarakat setempat akan mengikuti program edukasi tentang cara membuat bubur bayi yang bergizi dan aman untuk dikonsumsi oleh anak usia 6 bulan ke atas.
“MPASI adalah langkah penting dalam memastikan pertumbuhan optimal anak. Dengan bahan-bahan alami dan proses pengolahan yang higienis, kita bisa menjaga kesehatan jangka panjang anak,” ujar dr. Luh Eka Purwani, Sp.GK dari RSUP Persahabatan Jakarta, dalam sebuah wawancara dengan media lokal. Ia menekankan bahwa MPASI harus diberikan secara tepat waktu, bergizi, dan aman agar tidak berdampak negatif terhadap perkembangan anak.
Pentingnya Pemberian MPASI yang Tepat
Pemberian MPASI yang baik merupakan salah satu kunci utama dalam mencegah stunting. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, angka kejadian stunting di Indonesia mencapai 30,8%. Stunting tidak hanya memengaruhi tinggi badan anak, tetapi juga dapat mengganggu perkembangan otak dan daya tahan tubuh. Oleh karena itu, pemberian MPASI yang tepat sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak.
WHO merekomendasikan pemberian MPASI mulai usia 6 bulan, sambil melanjutkan ASI hingga usia 24 bulan. MPASI harus memiliki komposisi yang lengkap, yaitu mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan mikronutrien seperti zat besi dan vitamin A. Selain itu, keamanan pangan dan higienitas saat penyajian juga harus diperhatikan.
Tips Membuat Bubur Bayi Sehat di Rumah
Di Kecamatan Mojoroto, para ibu disarankan untuk membuat bubur bayi sendiri menggunakan bahan-bahan alami dan organik. Berikut beberapa tips yang bisa diikuti:
-
Pilih Bahan Berkualitas
Gunakan beras merah, ubi ungu, atau jagung sebagai dasar bubur. Bahan-bahan ini kaya akan serat dan nutrisi yang dibutuhkan anak. -
Tambahkan Protein dan Vitamin
Campurkan bahan sumber protein seperti ayam, ikan, atau tahu, serta sayuran hijau untuk memperkaya kandungan gizinya. -
Pastikan Kebersihan
Bersihkan tangan dan peralatan masak sebelum memasak. Pastikan air yang digunakan bersih dan tidak terkontaminasi. -
Hindari Garam dan Gula Berlebihan
Anak di bawah 1 tahun tidak memerlukan tambahan garam atau gula. Gunakan bahan alami untuk memberi rasa. -
Konsultasikan dengan Ahli Gizi
Jika ada kendala dalam memenuhi kebutuhan nutrisi anak, konsultasikan dengan ahli gizi setempat.
Contoh Resep Bubur Bayi Sehat
Berikut adalah beberapa resep bubur bayi yang bisa dicoba di rumah:
1. Bubur Tiram Jagung
- Bahan: 20 gram beras organik, 200 ml kaldu sayuran, 30 gram jamur tiram, 30 ml pure jagung manis.
- Cara membuat: Masak beras dan kaldu hingga matang, lalu tambahkan jamur dan pure jagung. Saring dan sajikan.
2. Bubur Ayam Kurma
- Bahan: 20 gram tepung beras merah, 200 ml air kaldu ayam, 1 buah kurma, 40 gram pir.
- Cara membuat: Rebus tepung beras merah dengan air kaldu hingga mengental, lalu tambahkan kurma dan pir. Aduk hingga mendidih.
3. Bubur Ubi Kacang Hijau
- Bahan: 1 buah ubi merah, 20 gram kacang hijau, 30 gram daging ayam tanpa lemak, 50 gram zuchini, 15 gram butter tawar, 400 ml air.
- Cara membuat: Rebus kacang hijau, masukkan daging ayam, ubi, dan zuchini. Haluskan dengan blender.
Peran Komunitas dan Pemerintah
Di Kecamatan Mojoroto, pemerintah setempat bekerja sama dengan organisasi kesehatan untuk menyelenggarakan pelatihan pembuatan bubur bayi sehat. Program ini juga dilengkapi dengan pameran produk MPASI instan yang telah lolos uji BPOM, sehingga orang tua bisa memilih alternatif yang lebih praktis.
Selain itu, komunitas ibu-ibu di wilayah tersebut juga aktif dalam berbagi informasi dan resep bubur bayi. Melalui forum online dan pertemuan rutin, mereka saling mendukung dalam menjaga kesehatan anak.
Kesimpulan
Pada 5 Juli 2025, masyarakat Kecamatan Mojoroto akan memperingati hari penting dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan balita. Dengan pemberian MPASI yang tepat dan sehat, anak-anak di wilayah ini akan memiliki kesempatan lebih besar untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Dengan dukungan dari pemerintah, komunitas, dan ahli gizi, keberhasilan program ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.







