KediriNews.com – Kasus kucing liar yang ditembak dengan senapan angin di perumahan elit Kecamatan Mojoroto pada 2 Desember 2025 memicu kemarahan besar dari komunitas pecinta kucing atau cat lover. Kejadian ini tidak hanya menjadi sorotan media lokal, tetapi juga menimbulkan reaksi keras dari masyarakat yang peduli terhadap perlindungan hewan.
Kejadian tersebut dilaporkan oleh warga sekitar yang mengaku melihat kucing-kucing liar berlarian di area perumahan setelah ditembak. Beberapa korban kucing ditemukan dalam kondisi luka parah dan meninggal dunia. Mereka disebut-sebut menjadi target pelaku yang tidak diketahui identitasnya. Sejumlah saksi mata menyebutkan bahwa suara tembakan terdengar jelas di lingkungan tersebut.
“Kami melihat ada tiga kucing yang tergeletak di halaman rumah. Satu di antaranya sudah mati, dua lainnya sedang sekarat,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Rabu (4/12/2025). “Tidak ada orang yang mengetahui siapa pelakunya, tapi kami sangat marah.”
Komunitas Cat Lover yang tergabung dalam organisasi seperti My Cats Malang dan komunitas lokal di Mojoroto langsung merespons kasus ini. Mereka mengecam tindakan keji yang dilakukan terhadap kucing-kucing liar yang biasa hidup di lingkungan perumahan.

“Saya sangat menyesal atas kejadian ini. Kucing adalah makhluk yang tidak berdosa, dan tindakan seperti ini sangat tidak manusiawi,” kata Ketua Komunitas Cat Lover Mojoroto, Rizky Arifin. “Kami akan memperjuangkan hak hewan dan meminta pihak berwajib untuk segera menangani kasus ini.”
Penyebab dan Dugaan Pelaku
Sampai saat ini, penyebab pasti kucing-kucing itu ditembak masih belum diketahui. Namun, beberapa indikasi menunjukkan bahwa pelaku mungkin merupakan seseorang yang tidak menyukai keberadaan kucing liar di lingkungan perumahan elit. Beberapa warga juga mengatakan bahwa kucing-kucing tersebut sering kali mencuri makanan dari daerah perumahan.
“Beberapa kali kucing-kucing ini masuk ke area rumah warga dan mengganggu. Tapi bukan alasan untuk membunuh mereka,” ujar salah satu pemilik rumah di perumahan tersebut.

Meski demikian, komunitas pecinta kucing menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh pelaku sangat tidak proporsional. Mereka menyarankan agar pihak pengelola perumahan dapat mengambil langkah-langkah preventif, seperti memberikan makanan secara teratur atau membangun ruang penampungan kucing liar.
Respons Pihak Berwenang
Pihak kepolisian setempat telah menerima laporan tentang kejadian ini dan sedang melakukan penyelidikan. Petugas telah mengumpulkan informasi dari saksi mata dan memeriksa CCTV di sekitar lokasi kejadian.
“Kami sedang menelusuri siapa pelaku yang bertanggung jawab atas peristiwa ini. Kami akan menindaklanjuti sesuai prosedur hukum,” ujar Kepala Polsek Mojoroto, Iptu Budi Santoso.
Namun, hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi dari pihak kepolisian mengenai kemajuan penyelidikan. Hal ini membuat masyarakat semakin khawatir dan menuntut transparansi dari aparat penegak hukum.
Reaksi Publik dan Langkah Selanjutnya
Peristiwa ini juga memicu reaksi kuat dari kalangan netizen. Di media sosial, banyak unggahan yang mengecam tindakan kejam terhadap kucing dan meminta pihak berwenang untuk segera menangkap pelaku.
“Bukan cuma kucing yang mati, tapi hati kita juga terluka. Jangan biarkan tindakan keji ini terjadi lagi,” tulis akun @CatLoverMalang.
Komunitas Cat Lover juga akan menggelar aksi protes di depan perumahan elit tersebut. Mereka ingin menunjukkan bahwa masyarakat tidak akan diam terhadap penganiayaan terhadap hewan.
Langkah Pencegahan dan Edukasi
Selain menuntut penegakan hukum, komunitas pecinta kucing juga mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap keberadaan hewan di lingkungan sekitar. Mereka menyarankan agar warga tidak melakukan tindakan represif terhadap kucing liar, tetapi lebih memilih solusi yang lebih humanis.
“Kita bisa memberi makan mereka, mengadopsi, atau bahkan melaporkan jika ada kucing yang terluka. Tapi jangan sampai membasmi mereka dengan cara yang tidak manusiawi,” tambah Rizky Arifin.
Kesimpulan
Kasus kucing liar yang ditembak senapan angin di perumahan elit Mojoroto pada 2 Desember 2025 menjadi peringatan bagi masyarakat bahwa perlindungan hewan harus menjadi prioritas. Komunitas Cat Lover dan masyarakat luas berharap pihak berwenang segera menangani kasus ini dan memberikan sanksi yang tegas kepada pelaku. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa depan.





