KediriNews.com – Di tengah kota Kediri, Kecamatan Pare menjadi sorotan berkat aksi unik dari para tukang cukur yang menggunakan pomade untuk merapikan rambut klien. Fenomena ini menarik perhatian warga dan netizen, hingga membuatnya viral pada 5 Desember 2025. Banyak yang menggambarkan kegiatan tersebut sebagai bentuk pengembangan budaya barbershop yang kental akan nuansa vintage.
Barbershop Vintage di Pare bukan hanya sekadar tempat memangkas rambut, tetapi juga menjadi pusat komunitas yang menjunjung nilai-nilai tradisional dengan sentuhan modern. “Pomade adalah bagian dari gaya hidup kita,” kata salah satu pemilik barbershop yang enggan disebut namanya. “Ini bukan sekadar produk, tapi simbol identitas.”
-
Budaya Barbershop yang Berubah
Dulu, barbershop sering dikaitkan dengan suasana klasik dan alat-alat tradisional. Namun, kini banyak barbershop di Pare mulai memadukan teknologi dan estetika vintage. Penggunaan pomade menjadi salah satu ciri khas mereka. “Kami ingin menunjukkan bahwa barbershop bisa jadi lebih dari sekadar bisnis,” ujar Anggi Samudra, ketua Komunitas Relawan Syndicut. -
Peran Komunitas dalam Mendorong Perubahan
Komunitas seperti Syndicut telah menjadi motor penggerak bagi barbershop di Pare. Awalnya, mereka hanya bergerak di bidang sosial, tetapi kini semakin meluas. “Kami ingin menunjukkan bahwa tukang cukur juga bisa berkontribusi positif,” tambah Anggi. Komunitas ini bahkan telah menggelar acara bakti sosial, seperti penggalangan dana untuk rumah lansia. -
Kehadiran Pomade dalam Dunia Barbershop
Pomade, yang awalnya digunakan untuk merapikan rambut pria di era 1940-an, kini kembali diminati. Di Pare, para tukang cukur memilih pomade karena teksturnya yang kental dan tahan lama. “Ini memberi hasil yang lebih baik dibandingkan gel atau hairspray,” ujar seorang tukang cukur. Dengan pomade, rambut terlihat lebih rapi dan memiliki kilau alami. -
Viralnya Aksi Tukang Cukur di Media Sosial
Aksi tukang cukur di Pare yang menggunakan pomade menjadi viral setelah difoto dan diunggah ke media sosial. Banyak netizen mengapresiasi inovasi ini, sementara yang lain mencoba meniru gaya tersebut. “Ini menunjukkan bahwa budaya lokal bisa berkembang dengan cara yang kreatif,” tulis salah satu komentar di Instagram. -
Harapan untuk Masa Depan Barbershop
Para tukang cukur di Pare berharap kehadiran pomade dan gaya vintage bisa menjadi tren yang bertahan lama. “Kita ingin barbershop tidak hanya jadi tempat potong rambut, tapi juga ruang untuk bersosialisasi dan berinovasi,” ujar Anggi. Dengan komunitas seperti Syndicut, harapan itu semakin dekat.





