KediriNews.com – Kejuaraan Pencak Silat yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Kecamatan Mojoroto, Kabupaten Kediri, pada 10 November 2025, menjadi ajang yang memukau para atlet muda. Di acara ini, atlet-atlet dari Kediri berhasil membawa pulang berbagai medali emas, menunjukkan bakat dan kesiapan mereka untuk berkompetisi di tingkat nasional.
Kejuaraan ini diikuti oleh ratusan pesilat dari berbagai sekolah dan klub pencak silat di wilayah Jawa Timur. Dalam beberapa hari penyelenggaraan, para peserta menunjukkan keahlian yang luar biasa, baik dalam teknik dasar maupun pertunjukan seni. Babak final yang digelar pada hari terakhir menghadirkan tensi tinggi, dengan penonton yang memenuhi arena hingga penuh sesak.
“Kami sangat bangga melihat semangat juang para atlet muda. Ini adalah awal yang bagus bagi pengembangan olahraga pencak silat di Kediri,” ujar salah satu pelatih yang hadir di acara tersebut.
Prestasi yang Menggembirakan

Di antara para peserta, tim dari Kediri tampil dominan. Mereka berhasil meraih total 12 medali emas, 8 perak, dan 5 perunggu. Hasil ini tidak hanya menjadi bukti bahwa atlet-atlet muda Kediri memiliki potensi besar, tetapi juga menunjukkan komitmen pelatih dan pengurus cabang pencak silat setempat.
Surya, salah satu atlet yang menyabet medali emas di kategori individu, mengatakan bahwa persiapan yang matang menjadi kunci keberhasilannya. “Kami berlatih secara rutin selama tiga bulan sebelum kejuaraan. Semangat dan dukungan keluarga serta pelatih memberikan motivasi ekstra,” katanya.
Komentar dari Pelatih dan Pengurus
Pelatih pencak silat di Kediri, Budi Santoso, menyambut positif hasil yang diraih oleh atletnya. “Ini adalah bukti bahwa latihan intensif dan sistem pelatihan yang baik bisa menghasilkan prestasi yang maksimal,” ujarnya.
Selain itu, ketua IPSI Kediri, Rizal Fajar, juga mengapresiasi partisipasi masyarakat dan antusiasme yang luar biasa. “Kehadiran penonton yang banyak menunjukkan bahwa pencak silat masih diminati dan diperhitungkan sebagai olahraga tradisional yang bernilai budaya tinggi,” tambahnya.
Peran Komunitas dan Sekolah
Pencak silat di Kediri tidak hanya ditekuni oleh atlet profesional, tetapi juga banyak dimainkan oleh siswa-siswa sekolah. Berbagai sekolah di Kediri bahkan telah menyediakan program latihan pencak silat sebagai bagian dari kurikulum ekstrakurikuler.
Beberapa sekolah seperti SMAN 1 Kediri dan SMPN 3 Kediri telah aktif mengirimkan atlet mereka ke berbagai kejuaraan. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter melalui olahraga pencak silat mulai mendapat perhatian serius dari guru dan orang tua.
Masa Depan Pencak Silat di Kediri
Dengan prestasi yang diraih di Kejuaraan Pencak Silat GOR Mojoroto 2025, Kediri kini lebih yakin akan kemampuan atlet-atlet muda mereka. Mereka diharapkan dapat melanjutkan perjalanan menuju ajang-ajang nasional, seperti Kejurprov dan Kejurnas.
“Kami berharap kejuaraan ini menjadi awal dari sebuah rangkaian prestasi yang lebih besar. Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah, kami yakin Kediri akan menjadi pusat pengembangan pencak silat di Jawa Timur,” ujar Rizal Fajar.
Kesimpulan
Kejuaraan Pencak Silat di GOR Mojoroto tahun 2025 menjadi momen penting bagi atlet-atlet muda Kediri. Prestasi yang diraih tidak hanya mencerminkan kualitas latihan, tetapi juga semangat dan dedikasi yang luar biasa. Dengan dukungan dari pelatih, pengurus, dan masyarakat, masa depan pencak silat di Kediri tampak cerah.





