Warga Rusunawa Dandangan memprotes tagihan listrik yang membengkak pada 5 Desember 2025

KediriNews.com – Warga Rusunawa Dandangan di Kecamatan Kota menggelar protes terhadap kenaikan tagihan listrik yang mencapai angka yang tidak wajar. Protes ini berlangsung pada 5 Desember 2025, dengan ratusan warga menuntut penjelasan dari PLN dan pemerintah terkait pembengkakan biaya listrik yang mereka alami.

“Tagihan kami naik tajam, bahkan hingga dua kali lipat dari biasanya. Kami merasa diperlakukan tidak adil,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya, penggunaan listrik di rumahnya sekitar Rp 300 ribu per bulan, tetapi sejak beberapa bulan terakhir, tagihan melonjak menjadi lebih dari Rp 600 ribu.

Menurut informasi yang dihimpun, kenaikan tagihan listrik ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kebijakan work from home (WFH) yang diterapkan selama pandemi, sehingga banyak warga yang bekerja dari rumah dan menggunakan perangkat elektronik secara intensif. Namun, warga juga menyatakan bahwa kondisi ini bukanlah alasan utama untuk meningkatkan tagihan secara drastis.

“Kami tidak menolak jika ada kenaikan tagihan karena penggunaan meningkat, tapi harus jelas dan transparan. Tidak bisa langsung naik dua kali lipat tanpa penjelasan,” tambah warga lainnya.

Penyebab Tagihan Listrik Membengkak

Beberapa penyebab utama yang mendorong kenaikan tagihan listrik antara lain:

  1. Penggunaan listrik yang meningkat akibat WFH dan aktivitas dalam ruangan yang lebih lama.
  2. Keterlambatan pemrosesan meteran yang dilakukan oleh petugas PLN, sehingga data penggunaan listrik tidak akurat.
  3. Kebijakan penghitungan tagihan berdasarkan rata-rata penggunaan 3 bulan terakhir, yang tidak sesuai dengan realita penggunaan saat ini.

Sebagai contoh, seorang warga mengaku bahwa tagihan listriknya meningkat dari Rp 250 ribu menjadi Rp 650 ribu dalam waktu tiga bulan. “Saya tidak menambah daya atau alat elektronik, tapi tagihan tetap naik. Ini sangat tidak masuk akal,” katanya.

Tanggapan dari PLN

PLN sebelumnya telah menegaskan bahwa tarif dasar listrik tidak mengalami kenaikan. Namun, kebijakan pelaporan mandiri melalui WhatsApp dan penggunaan rata-rata penggunaan 3 bulan terakhir telah memicu ketidakpuasan masyarakat.

“Kami memastikan bahwa tarif listrik tetap stabil. Namun, karena kondisi pandemi, proses pemeriksaan meteran dilakukan secara mandiri oleh pelanggan. Hal ini bisa menyebabkan ketidaksesuaian antara penggunaan aktual dan tagihan,” ujar juru bicara PLN.

Namun, warga tetap menuntut transparansi dan kejelasan dari PLN. Mereka meminta agar petugas PLN kembali melakukan pemeriksaan langsung ke rumah warga, bukan hanya mengandalkan laporan mandiri melalui WhatsApp.

Peran Pemerintah dalam Subsidi Listrik

Selain itu, warga juga mengecam kebijakan subsidi listrik yang dinilai tidak tepat sasaran. “Subsidi listrik seharusnya diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, bukan hanya sebagai bentuk simbolis,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.

Dalam konteks ini, kebijakan subsidi listrik sering kali tidak sampai ke sasaran. Banyak warga yang tidak mendapatkan bantuan meskipun tingkat ekonomi mereka rendah. Hal ini memperburuk kesenjangan antara kelompok masyarakat yang mampu dan yang tidak mampu.

Langkah yang Diambil Warga

Untuk menuntut keadilan, warga Rusunawa Dandangan mengambil beberapa langkah, antara lain:

  1. Mengajukan permohonan klarifikasi kepada PLN dan pemerintah setempat.
  2. Membentuk kelompok komunitas untuk memperjuangkan hak-hak warga terkait listrik.
  3. Mengadukan kasus ini ke lembaga ombudsman dan organisasi perlindungan konsumen.

Warga juga meminta agar pemerintah segera mengambil langkah-langkah konkret untuk menstabilkan harga listrik dan memastikan bahwa subsidi listrik benar-benar tersalurkan kepada yang berhak.

Kesimpulan

Protes warga Rusunawa Dandangan terhadap tagihan listrik yang membengkak pada 5 Desember 2025 menunjukkan bahwa masalah listrik tidak hanya sekadar masalah teknis, tetapi juga masalah sosial dan ekonomi. Masyarakat membutuhkan solusi yang adil, transparan, dan berkelanjutan. PLN dan pemerintah harus lebih responsif terhadap keluhan warga, terutama dalam situasi seperti ini.

Seorang warga Rusunawa Dandangan sedang mengeluhkan tagihan listrik yang tinggi

ProtesListrik #RusunawaDandangan #PLN #TagihanListrikMembengkak #SubsidiListrik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *