KediriNews.com – Warga Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, kembali menggelar protes terhadap kondisi jalan berlubang yang tidak kunjung diperbaiki. Aksi ini dilakukan setelah warga merasa kesal dengan ketidaktegasan pemerintah daerah dalam menangani infrastruktur jalan yang menjadi akses utama bagi masyarakat setempat.
“Jalan ini sudah rusak sejak lama, tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata dari pihak terkait,” ujar salah satu warga, Suryo, kepada awak media. “Kami hanya meminta agar pemerintah bisa lebih serius menangani masalah ini.”
Selain itu, beberapa warga juga menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap bahaya yang dihadapi pengendara dan pejalan kaki. “Kalau hujan, jalan ini sangat licin dan banyak lubang. Kami takut ada korban jiwa jika tidak segera diperbaiki,” tambah Suryo.
Dalam aksi protes tersebut, warga juga memasang spanduk yang bertuliskan “Jalan ini tidak semulus janji DPR” dan “Katanya ada pemda, jalan rusak dibiarkan saja”. Spanduk ini dipasang di sepanjang jalan yang rusak parah, sebagai bentuk keluhan terhadap ketidaktanggapan pemerintah.

Permasalahan Infrastruktur Jalan di Kecamatan Plosoklaten
- Kondisi Jalan Rusak Parah: Banyak bagian jalan yang berlubang dan aspalnya sudah mengelupas.
- Tidak Ada Perbaikan Selama Beberapa Tahun: Warga mengaku bahwa kondisi jalan ini sudah rusak selama lebih dari setahun.
- Kemungkinan Korban Jiwa: Warga khawatir jalan yang tidak diperbaiki akan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
- Ketidaktegasan Pemerintah: Masyarakat merasa bahwa pemerintah daerah tidak serius menangani masalah infrastruktur.
Respons Pemerintah Daerah
Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Kediri, Andi Prasetyo, mengatakan bahwa pihaknya sedang menyiapkan anggaran untuk perbaikan jalan di Kecamatan Plosoklaten. “Saat ini kami sedang melakukan evaluasi dan pengecekan kondisi jalan secara menyeluruh. Kami berharap bisa segera melaksanakan perbaikan setelah anggaran disiapkan,” ujar Andi.
Namun, warga masih merasa belum puas dengan respons pemerintah. “Anggaran saja tidak cukup. Kami butuh tindakan nyata, bukan sekadar janji-janji,” ujar salah satu tokoh masyarakat, Budi.
Pengalaman Serupa di Wilayah Lain
Masalah jalan berlubang yang tidak kunjung diperbaiki bukanlah hal baru di Indonesia. Di beberapa daerah lain seperti Pati dan Brebes, warga juga pernah melakukan aksi protes serupa. Di Pati, warga Desa Lahar memasang spanduk untuk menunjukkan ketidakpuasan terhadap kondisi jalan yang rusak. Sementara di Brebes, warga menggelar aksi protes dengan menanam jagung di tengah jalan berlubang.
Di Lampung, seorang pelajar bernama Bima Yudho Saputro sempat dilaporkan ke polisi karena mengkritik kondisi jalan rusak di provinsi tersebut. Namun, kasus ini akhirnya berakhir dengan pemberian visa perlindungan oleh pihak Australia.
Langkah yang Harus Dilakukan
- Penyusunan Anggaran yang Jelas: Pemerintah harus menyiapkan anggaran yang transparan dan dapat diakses oleh masyarakat.
- Evaluasi Berkala: Perlu adanya evaluasi berkala terhadap kondisi jalan agar tidak terjadi penundaan perbaikan.
- Keterlibatan Masyarakat: Masyarakat harus dilibatkan dalam proses perencanaan dan evaluasi infrastruktur.
- Tindakan Cepat: Jika ada indikasi bahaya, pemerintah harus segera melakukan tindakan darurat.
Kesimpulan
Protes warga Kecamatan Plosoklaten terhadap jalan berlubang yang tidak kunjung diperbaiki adalah bentuk kekecewaan terhadap ketidaktegasan pemerintah daerah. Meski telah ada komitmen untuk perbaikan, masyarakat tetap merasa belum puas. Masalah infrastruktur jalan ini membutuhkan solusi yang cepat dan transparan agar tidak menimbulkan risiko bagi keselamatan masyarakat.





