Viral! DP 50 persen raib, skandal mobil listrik China Henan Henry terbongkar, dealer mendadak tutup

PR SURABAYA – Janji manis pameran mall berujung mimpi buruk! Konsumen gigit jari, dugaan penipuan mobil listrik makin panas.

Jagat otomotif nasional kembali diguncang. Kali ini bukan soal teknologi atau inovasi, melainkan dugaan penipuan mobil listrik asal China bermerek Henan Henry yang viral di media sosial.

Kasus ini mencuat setelah seorang konsumen membagikan pengalaman pahitnya usai menyetorkan DP hingga 50 persen, namun unit mobil yang dijanjikan tak pernah datang.

Kisah ini pertama kali viral lewat unggahan akun TikTok @_kurniawanzx, yang mengaku menjadi korban dalam sebuah pameran otomotif di salah satu mall besar di Kota Bandung.

Pameran yang seharusnya menjadi ajang promosi resmi justru diduga berubah menjadi pintu masuk praktik bermasalah.

Terpikat Display, Terjebak Janji Sales

Korban mengaku awalnya yakin untuk membeli mobil listrik Henan Henry setelah melihat langsung unit display serta menerima presentasi meyakinkan dari pihak sales.

Tanpa curiga, ia menyetorkan uang muka dalam jumlah besar, mencapai ratusan juta rupiah.

Namun, waktu berjalan tanpa kepastian. Bulan demi bulan berlalu, unit mobil tak kunjung dikirim.

Setiap kali ditagih, pihak dealer disebut hanya memberikan alasan yang berulang dan sulit diverifikasi.

Dealer Menghilang, Kantor Kosong Melompong

Puncak kekecewaan terjadi saat korban mendatangi kantor dealer yang menaungi merek Henan Henry, PT Evolution Car.

Alih-alih mendapat solusi, korban justru mendapati fakta mencengangkan: dealer tersebut sudah tutup total.

Tidak ada aktivitas, tidak ada staf, dan tidak ada pihak yang bisa dimintai pertanggungjawaban.

Situasi ini memperkuat dugaan bahwa kasus ini bukan sekadar keterlambatan distribusi, melainkan masalah serius yang berpotensi merugikan banyak konsumen.

Netizen Bereaksi, Diduga Korban Tak Hanya Satu

Unggahan tersebut langsung memantik reaksi luas. Kolom komentar dipenuhi simpati, sekaligus pengakuan netizen lain yang mengklaim mengalami atau hampir mengalami nasib serupa.

Dugaan pun menguat bahwa korban Henan Henry bisa lebih dari satu orang.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi publik di tengah maraknya brand mobil listrik baru yang masuk ke Indonesia tanpa rekam jejak jelas.

Minimnya literasi konsumen dan lemahnya pengawasan pameran otomotif disorot sebagai celah yang dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab.

Peringatan Keras untuk Konsumen Otomotif

Peristiwa ini menjadi pengingat penting, pameran di mall tidak selalu menjamin keamanan transaksi.

Konsumen diimbau untuk selalu memverifikasi legalitas dealer, status ATPM, hingga skema pembayaran sebelum menyetor uang dalam jumlah besar.

Jika dugaan ini terbukti, kasus Henan Henry berpotensi menjadi salah satu skandal otomotif paling mencoreng kepercayaan konsumen di awal tahun ini.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *