TROTOAR JALAN DHOHO! Ramah Disabilitas, Warga Apresiasi Pemkot di Kecamatan Kota pada 10 Juli 2025!

KediriNews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kecamatan Kota kini tengah memperhatikan kebutuhan masyarakat dalam menyediakan infrastruktur yang ramah disabilitas. Salah satu inisiatif terbaru adalah revitalisasi trotoar di sejumlah ruas jalan utama yang diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan bagi semua pengguna jalan.

“Trotoar ini dibuat agar bisa dimanfaatkan oleh semua orang,” ujar Wali Kota Kecamatan Kota, Muhammad Farhan, saat meninjau langsung kondisi trotoar pada Selasa, 8 Juli 2025. Ia menekankan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari tahap lanjutan dalam desain ruang kota yang inklusif. “Tujuannya adalah menciptakan ruang publik yang nyaman bagi seluruh kalangan, termasuk disabilitas, lansia, dan anak-anak.”

Revitalisasi Trotoar untuk Aksesibilitas

Pembangunan trotoar dilakukan di beberapa ruas jalan seperti Jalan Sumatera, Jalan Aceh, Jalan Kalimantan, dan Jalan Belitung. Trotoar tersebut kini dilapisi aspal, yang dinilai lebih nyaman dibanding material lainnya. Penggunaan aspal juga memudahkan pergerakan pengguna kursi roda serta tunanetra.

Selain itu, desain trotoar juga memperhatikan kebutuhan disabilitas, seperti adanya guiding block (blok panduan), ramp (turunan), dan akses universal lainnya. Hal ini menjadikan trotoar tidak hanya sebagai jalur pejalan kaki, tetapi juga menjadi jalur jogging yang aman dan empuk.

Masukan dari Warga dan Pengguna Kursi Roda

Pengguna kursi roda berjalan di atas trotoar yang telah direvitalisasi

Warga setempat, seperti Unang yang menggunakan tongkat, memberikan masukan penting tentang perlunya batas yang jelas di sisi kiri dan kanan trotoar agar mudah dikenali dengan alat bantu. Sementara itu, Aden Achmad, pengguna kursi roda, menilai permukaan aspal lebih nyaman, namun meminta agar dibuat turunan landai dengan kemiringan ideal antara 5–7 derajat serta tepian trotoar yang aman.

Farhan mengatakan bahwa proyek ini merupakan uji coba desain kota melalui konsep “laboratorium ruang publik”. Dalam pendekatan ini, perhatian khusus diberikan kepada pengguna ekstrem untuk menjamin kenyamanan dan keamanan mereka. Ia juga berencana menggandeng Dinas Perhubungan dan DPKP untuk menambah lampu penerangan dan menata taman di sepanjang sisi trotoar.

Keterlibatan Masyarakat dalam Menjaga Fasilitas

Warga berjalan kaki di sekitar trotoar yang telah diperbaiki

Didi Ruswandi, Kepala DSDABM Kota Bandung, menjelaskan bahwa keberadaan trotoar ramah disabilitas harus diiringi dengan perubahan perilaku masyarakat. Menurutnya, masih banyak trotoar yang disalahgunakan untuk berdagang atau parkir liar, sehingga mengganggu akses pengguna lainnya.

“Infrastruktur yang inklusif harus dibarengi dengan perilaku yang inklusif juga. Kalau trotoar dipakai buat dagang atau parkir, disabilitas tetap enggak bisa lewat,” ujarnya. Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga fasilitas tersebut dan aktif dalam menggunakannya secara benar.

Tantangan dan Solusi

Meski proyek ini mendapat apresiasi dari warga, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Misalnya, ada area dengan lebar terbatas atau gangguan dari akar pohon yang harus ditangani secara khusus. Pemkot berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan memperbaiki kondisi trotoar agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, Pemkot Bandung berencana mereplikasi model ini di titik strategis lainnya jika proyek percontohan ini berjalan baik secara fungsi dan sosial. Tujuan utamanya adalah menciptakan ruang publik yang nyaman, aman, dan inklusif bagi seluruh warga.

Kesimpulan

Proyek revitalisasi trotoar di Kecamatan Kota menjadi langkah penting dalam membangun kota yang lebih inklusif dan ramah bagi semua kalangan. Dengan peningkatan aksesibilitas, kenyamanan, dan kesadaran masyarakat, trotoar baru ini diharapkan menjadi contoh yang baik bagi daerah lain. Seiring dengan perbaikan infrastruktur, penting juga untuk menjaga budaya saling menghormati dalam penggunaan ruang publik.

TROTOARRAMAHDISABILITAS #KECAMATANKOTA #PEMKOTBANDUNG #INKLUSIF #KESEHATANMASYARAKAT

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *