KediriNews.com – Pada 10 April 2025, kecamatan Mojo akan menjadi pusat perhatian para penggemar sepeda gunung (MTB) yang ingin menguji kemampuan mereka di jalur tanah yang menantang. Acara ini tidak hanya sekadar ajang olahraga, tetapi juga momen untuk memperkuat komunitas dan menjajaki alam yang indah. “Kami sangat antusias dengan acara ini. Ini adalah kesempatan bagi kami untuk menunjukkan bahwa kecamatan Mojo memiliki potensi luar biasa sebagai tempat trabasan,” ujar salah satu peserta, Andi, kepada media lokal.
Persiapan yang Matang

Sebelum acara dimulai, para peserta telah melakukan persiapan yang cukup matang. Dari segi teknis, setiap peserta memastikan bahwa ban sepeda mereka sesuai dengan kondisi medan. “Ban MTB yang tepat sangat penting karena medan di sini cukup beragam, mulai dari jalan tanah hingga permukaan yang agak berbatu,” jelas Rizal, pelaku MTB sejak beberapa tahun terakhir.
Menurut panduan pemilihan ban sepeda gunung, faktor utama yang diperhatikan adalah ukuran roda, lebar ban, serta jenis tapak. Ban dengan lebar 2.25″ hingga 2.5″ dipilih oleh sebagian besar peserta karena memberikan keseimbangan antara traksi dan rolling resistance. “Kami memilih ban dengan tapak yang agak dalam agar bisa menggigit tanah dengan baik, tetapi tidak terlalu tebal agar tidak terlalu berat,” tambah Rizal.
Medan yang Menantang

Jalur yang digunakan dalam trabasan kali ini melintasi area kecamatan Mojo yang masih asri dan penuh tantangan. Medan yang bervariasi mencakup jalan tanah yang lembek, jalur berbatu, dan beberapa bagian yang cukup curam. Para peserta harus siap menghadapi kondisi tersebut dengan kesiapan fisik dan mental.
Salah satu peserta, Dian, menyebutkan bahwa medan ini membutuhkan keterampilan khusus. “Kita harus mengatur nafas, menjaga keseimbangan, dan tidak terburu-buru. Setiap tikungan membutuhkan strategi sendiri,” katanya.
Komunitas yang Solid
Acara ini juga menjadi ajang pertemuan antar komunitas MTB dari berbagai daerah. Tidak hanya sekadar bersepeda, tapi juga saling bertukar informasi dan pengalaman. “Ini adalah cara kita untuk membangun hubungan yang lebih kuat. Kami saling mendukung dan berbagi tips saat berada di jalur,” kata Budi, salah satu anggota komunitas MTB.
Dalam acara ini, peserta juga diajarkan teknik dasar seperti berdiri ringan di atas footstep, mengarahkan pandangan jauh ke depan, dan menjaga bukaan gas tetap halus agar motor stabil dan mudah dikendalikan. Teknik-teknik ini sangat penting agar dapat menghadapi medan yang sulit.
Kesimpulan
Trabasan sepeda gunung MTB di jalur tanah Kecamatan Mojo pada 10 April 2025 tidak hanya sekadar ajang olahraga, tetapi juga momen penting untuk memperkuat komunitas dan menjajaki alam. Dengan persiapan yang matang dan medan yang menantang, peserta dapat merasakan sensasi petualangan yang tak terlupakan. Acara ini juga menjadi contoh bagaimana olahraga bisa menjadi sarana untuk membangun kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan dan keamanan berkendara.





