Terserang Stoke,Nenek Saadiah Warga Terdampak Banjir Masih Bertahan di Pengungsian Disdik Banjar

0
1374221_720.jpg

, MARTAPURA-Nenek Saadiah, warga Desa Bincau, Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan salah satu warga terdampak banjir masih bertahan di pengungsian Aula Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar hingga Sabtu (3/2/2026). 

Lansia yang menderita stroke tersebut mengungsi bersama empat anggota keluarganya lantaran banjir di rumahnya, RT 1 Desa Bincau, belum juga surut dan masih menggenangi seluruh bagian rumah.

Anak Nenek Saadiah, Mastiah, mengungkapkan bahwa keluarganya telah berada di pengungsian selama sekitar sepekan. Menurutnya, kondisi di pengungsian jauh lebih aman dan nyaman dibandingkan harus bertahan di rumah yang masih terendam air.

“Alhamdulillah nenek lebih nyaman di sini. Kami merasa lebih aman karena ada perhatian,” ujarnya.

Mastiah menjelaskan, hingga kini air masih menggenangi rumah mereka sehingga belum memungkinkan untuk kembali. 

Dia pun berharap banjir segera surut agar keluarganya bisa pulang dan kembali beraktivitas seperti biasa. 

Selama berada di pengungsian, kebutuhan dasar keluarganya tercukupi, termasuk konsumsi yang disediakan secara rutin. 

“Kalau di sini makan tiga kali sehari. Alhamdulillah perhatian dari pemerintah ada,” katanya.

Selain bantuan logistik, Mastiah juga menceritakan adanya kepedulian dari para dermawan yang memberikan kasur angin untuk ibunya yang mengalami stroke. 

Bantuan tersebut sangat membantu kenyamanan Nenek Saadiah selama berada di pengungsian.

“Alhamdulillah, kondisi ibu sedikit demi sedikit membaik dengan bantuan ini,” ungkapnya.

Dia menuturkan, proses evakuasi ibunya dilakukan menggunakan perahu karet saat puncak banjir bertepatan dengan momen 5 Rajab, ketika ketinggian air di Desa Bincau sedang tinggi-tingginya. Saat itu, keluarga mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama. 

“Untung kemarin ada bantuan evakuasi, jadi kami ikut arahan petugas,” ceritanya.

Selain keluarga Nenek Saadiah, puluhan warga lainnya juga masih bertahan di pengungsian Aula Disdik Banjar. 

Hingga Jumat dan Sabtu, sebagian warga memilih tetap berada di lokasi pengungsian, sementara sebagian lainnya mulai kembali ke rumah masing-masing meskipun kondisi banjir di beberapa wilayah belum sepenuhnya surut.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Banjar, jumlah pengungsi tersebar di berbagai lokasi. 

Di Aula Disdik Banjar tercatat sebanyak 117 jiwa yang mengungsi, sementara di Madrasah Manba’ul Ulum terdapat 5 jiwa. 

Di wilayah Tunggul Irang, jumlah pengungsi mencapai 250 jiwa, sedangkan di Kelurahan Keraton yang sebagian besar mengungsi ke rumah keluarga masing-masing tercatat 171 jiwa.

Pengungsi di Kelurahan Pasayangan yang menempati eks Puskesmas Martapura 2 serta rumah keluarga berjumlah 97 jiwa. 

Selain itu, sebanyak 39 jiwa mengungsi di ruko Jalan Tol Bypass Sei Ulin-Mataraman, dan 10 jiwa lainnya mengungsi ke rumah keluarga di Tambak Baru Ulu. Di Gedung UGD eks Puskesmas Sungai Tabuk 1 tercatat 164 jiwa yang masih bertahan di lokasi pengungsian.

Sementara itu, Aula Kecamatan Martapura Barat menampung 43 jiwa pengungsi. Di Pasayangan Barat, warga yang mengungsi ke rumah yang aman dan ke rumah keluarga tercatat sebanyak 381 jiwa. 

Jumlah pengungsi terbanyak berada di wilayah Murung Kenanga, Martapura, dengan total mencapai 2.250 jiwa yang mengungsi ke rumah aman maupun rumah keluarga.

Di wilayah Tanjung Rema Darat, Martapura, sebanyak 350 jiwa mengungsi ke rumah keluarga dan musala. Adapun di Desa Abumbun Jaya, Kecamatan Sungai Tabuk, tercatat 23 jiwa yang mengungsi ke rumah kerabat maupun rumah sewa. Di wilayah Melayu, pengungsi yang menempati rumah keluarga berjumlah 55 jiwa.

Selanjutnya, di Tunggul Irang Ilir terdapat 60 jiwa yang mengungsi ke rumah keluarga, sedangkan di Tunggul Irang Ulu tercatat sekitar 150 jiwa, dengan sebagian warga sudah kembali ke rumah dan sebagian lainnya mengungsi ke rumah saudara. Selain itu, di Kelurahan Pasayangan, Martapura, sebanyak 227 jiwa masih mengungsi di eks Puskesmas Martapura 2 dan ke rumah keluarga masing-masing.

Total ribuan warga terdampak masih memerlukan perhatian dan bantuan berkelanjutan.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Yayan Daryanto, S.Hut, menyampaikan bahwa pergerakan pengungsi bersifat dinamis. Sebagian warga mulai kembali ke rumah, sementara lainnya masih bertahan karena kondisi lingkungan belum memungkinkan. 

Dia memastikan penyaluran bantuan logistik ke seluruh titik pengungsian terus dilakukan secara berkelanjutan.

(Banjarmasin Post/Nurholis Huda) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *