Ringkasan Berita:
- Tarsitem, kades terpilih Desa Sukasari, Indramayu, meninggal dunia jelang pelantikan di usia 46 tahun.
- Ia wafat dalam perjalanan ke rumah sakit dan dinyatakan dead on arrival (DOA).
- Keluarga menduga kelelahan usai Pilwu dan aktivitas adat menjadi penyebab menurunnya kondisi kesehatan almarhumah.
Tarsitem, calon kepala desa Sukasari, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, meninggal dunia secara mendadak menjelang pelantikannya.
Kepergian Tarsitem meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga, terlebih ia disebut sempat menjalani aktivitas padat usai rangkaian Pilkades.
Pihak keluarga mengungkapkan dugaan kelelahan berat menjadi salah satu faktor yang memicu kondisi kesehatan Tarsitem hingga akhirnya wafat.
Inilah sosok Tarsitem, yang meninggal dunia saat akan dilantik menjadi Kades atau Kepala Desa.
Tarsitem, yang meninggal dunia di usia 46 tahun terpilih menjadi Kades Sukasari, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Namun, sang Kuwu atau Kades terpilih meninggal dunia, Jumat (2/1/2026) pagi.
Diketahui dalam Pilwu yang digelar 10 Desember 2025 kemarin, diketahui Tarsitem menang dengan memperoleh suara tertinggi.
Tarsitem menang atas empat calon kuwu lainnya, termasuk kuwu petahana yang kembali mencalonkan diri.
Tarsitem diketahui meninggal sebelum ia resmi dilantik sebagai kepala desa.
“Kami dari keluarga memohon apabila almarhumah ada kekhilafan mohon dimaafkan dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah datang mendoakan almarhumah,” kata perwakilan keluarga, Tarjono saat ditemui di rumah duka.
Di lokasi, tampak warga yang melayat ke rumah duka yang lokasinya persis di depan Balai Desa Sukasari.
Mereka menyalami keluarga dan mengucapkan belasungkawa.
Diduga Kelelahan
Tarjono mengatakan, sebelum meninggal, kondisi kesehatan almarhumah sempat memburuk hingga jatuh pingsan.
Keluarga pun membawa Tarsitem ke RSUD Indramayu untuk mendapat penanganan medis.
Hanya saja, almarhumah menghembuskan napas terakhir dalam perjalanan ke rumah sakit.
“Meninggal dunia sekitar jam setengah 9 saat dibawa ke RSUD,” kata Tarjono, melansir dari Kompas.com.
Tarjono menyampaikan, belum diketahui secara pasti penyebab meninggalnya almarhumah, mengingat almarhumah meninggal sebelum dilakukan pemeriksaan medis.
Dari keterangan rumah sakit, diagnosis meninggalnya Tarsitem tertulis dead on arrival (DOA) atau meninggal saat tiba di fasilitas kesehatan.
Meski demikian, keluarga menilai bahwa Tarsitem meninggal dunia karena kelelahan pasca-pemilihan kuwu (Pilwu) yang berlangsung pada 10 Desember 2025 lalu.
Sebelum dan pasca-Pilwu, almarhumah diketahui memiliki agenda yang padat, terutama saat sebelum pemilihan berlangsung.
Disampaikan Tarjono, Tarsitem juga sempat melakukan adat mengelilingi batas desa tengah malam yang diperuntukkan untuk calon kepala desa.
“Itu kan sangat melelahkan sekali, apalagi almarhumah ini perempuan, hal itu dilakukan almarhumah karena sudah menjadi adat di sini,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Tarjono juga kembali meminta doa kepada masyarakat untuk Tarsitem agar almarhumah husnul khatimah.
Nasib Jabatan yang Kosong
Camat Arahan, Rohaenah, memberikan keterangan terkait kekosongan jabatan Kepala Desa Sukasari, Indramayu, selepas meninggalnya Tarsitem.
Menurut Rohaenah, pengisian kekosongan itu tetap akan mengacu pada aturan yang berlaku.
“Nanti akan ada PJ, kemudian dilakukan Pergantian Antar-Waktu (PAW),” ujarnya saat dihubungi.
Ketika ditanya terkait kemungkinan pemilihan ulang, Rohaenah menjawab hanya ada pemilihan PAW, bukan pemilihan secara langsung.
“Pemilihan ulang terbatas nanti di PAW, tidak seperti pemilihan langsung saat Pilwu di masyarakat,” kata dia.
Di samping itu, Rohaenah turut menyampaikan belasungkawa terkait meninggalnya Tarsitem.
Usai mendapat kabar, pihaknya langsung melakukan takziah.
Perihal kekosongan kepala desa itu, pihak keluarga mengutarakan harapannya agar keputusan PAW yang diambil berkeadilan untuk keluarga almarhumah.
“Harapan keluarga karena Pilwu ini sudah selesai, walaupun almarhumah tidak bisa dilantik, harapannya perihal PAW itu bisa dipilih yang katakanlah mengakomodasi keluarga kuwu yang memenangi Pilwu,” kata Tarjono, perwakilan keluarga di rumah duka.
Harapan itu bukan tanpa alasan.
Ia menyebut, hal itu agar program kerja Desa Sukasari nanti bisa merepresentatifkan program kerja yang sudah dibuat oleh almarhumah sehingga harapan masyarakat yang sudah memilih almarhumah bisa terakomodasi.
(/TribunJatim.com)
Jangan lewatkan berita-berita tak kalah menarik lainnya di Google News , Threads dan Facebook





