KediriNews.com – Malam lebaran tahun 1445 H lalu, masyarakat Kecamatan Mojo memeriahkan momen Idul Fitri dengan pawai takbir keliling obor yang menarik perhatian banyak orang. Acara ini menjadi bagian dari tradisi yang turun-temurun dilakukan oleh warga setempat untuk menyambut hari raya idul fitri. Dalam pawai tersebut, ratusan peserta berjalan kaki sambil membawa obor dan mengumandangkan kalimat takbir.
Pawai takbir keliling obor ini tidak hanya sekadar ritual agama, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat ikatan kebersamaan antar warga. “Takbir keliling sudah rutin setiap tahun dilakukan ikatan pemuda Muhammadiyah untuk menyemarakkan datangnya Idul Fitri,” kata Hendro Rahardjo, Ketua Ranting Muhammadiyah Sukolilo Baru, seperti dikutip dari detikJatim. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh ratusan pelajar, sehingga mencerminkan partisipasi aktif generasi muda dalam merayakan hari raya.
Pawai dimulai setelah salat Isya dan berlangsung di sekitar wilayah perkampungan. Peserta berjalan kaki berkelompok sembari mengumandangkan takbir. Mereka juga membawa atribut seperti bendera, alat musik, dan lampu hias. Selain itu, ada juga yang membawa bunga dan buah-buahan sebagai simbol keberkahan. Suasana malam terasa sangat hangat dan penuh semangat karena adanya kehadiran para anak-anak dan remaja yang ikut serta dalam pawai.
Berikut beberapa hal yang membuat pawai takbir keliling obor di Kecamatan Mojo begitu istimewa:
-
Partisipasi Warga yang Luar Biasa
Tidak hanya pelajar, tetapi juga warga tua dan muda turut serta dalam pawai. Mereka berjalan bersama, saling menyemangati, dan menjaga kekompakan. -
Tradisi yang Menyentuh Hati
Dalam pawai, terdapat momen-momen yang menyentuh, seperti doa bersama, silaturahmi, dan pengajian singkat yang diadakan di sepanjang jalan. -
Kebersamaan yang Kuat
Pawai takbir keliling obor menjadi momen yang memperkuat persaudaraan antar warga. Meskipun ada perbedaan usia dan latar belakang, semua berada dalam satu tujuan, yaitu merayakan hari raya dengan penuh makna.

Selain itu, acara ini juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas mereka. Banyak peserta yang menggunakan kostum khas dan membawa alat musik tradisional. Hal ini menunjukkan bahwa pawai takbir keliling bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga bentuk seni dan budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Dalam konteks yang lebih luas, pawai takbir keliling obor di Kecamatan Mojo mencerminkan kekayaan budaya dan keagamaan masyarakat Indonesia. Tradisi ini menunjukkan bahwa agama dan budaya bisa berjalan beriringan tanpa saling bertentangan. Bahkan, dalam pawai tersebut, terlihat adanya nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan kerukunan yang sangat penting dalam masyarakat plural.

Sebagai penutup, pawai takbir keliling obor di Kecamatan Mojo merupakan contoh nyata dari bagaimana tradisi bisa menjadi jembatan antara generasi masa kini dan masa lalu. Dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, acara ini tidak hanya memperingati hari raya, tetapi juga memperkuat identitas dan semangat kebersamaan.





