KediriNews.com – Di tengah semangat menjaga warisan budaya dan tradisi lokal, masyarakat Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, akan menggelar acara khusus yang memperkenalkan Rengginang Terasi. Acara ini akan digelar pada 5 Desember 2025, dengan fokus pada proses pembuatan rengginang yang gurih dan mekar saat digoreng. Acara ini tidak hanya menjadi ajang edukasi, tetapi juga sebagai bentuk promosi wisata kuliner lokal yang kaya akan rasa.
“Rengginang Terasi adalah camilan tradisional yang memiliki cita rasa unik dan kuat. Dengan tambahan terasi merah, rasa gurihnya jauh lebih khas dan bisa bertahan lama,” ujar Ibu Siti, salah satu pengrajin lokal yang turut berpartisipasi dalam acara tersebut. Ia menambahkan, “Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian dan kesabaran, mulai dari perendaman beras ketan hingga penggorengan yang sempurna.”
Berikut beberapa tahapan utama dalam proses pembuatan Rengginang Terasi:
-
Perendaman beras ketan
Beras ketan putih direndam selama semalaman untuk memastikan tekstur yang lembut dan mudah diolah. -
Penghalusan bumbu
Bawang putih dan terasi merah dihaluskan menggunakan blender atau ulekan hingga benar-benar halus. -
Pemrosesan beras ketan
Setelah direndam, beras ketan dicuci bersih dan dikukus selama sekitar 20 menit hingga setengah matang. -
Pencampuran bumbu
Bumbu halus dicampur dengan garam, bumbu kaldu, dan air, lalu dimasak hingga mendidih. -
Pengukusan ulang
Campuran ketan dan bumbu dikukus kembali hingga matang sempurna, sehingga bumbu meresap secara merata. -
Pencetakan rengginang
Ketan yang sudah matang dicetak bulat pipih menggunakan cetakan khusus, sesuai dengan tradisi daerah. -
Pengeringan
Rengginang mentah dijemur di bawah sinar matahari selama ±2 hari hingga benar-benar kering. -
Penggorengan
Rengginang digoreng dengan minyak panas hingga mengembang sempurna dan berwarna kecokelatan. -
Penyimpanan dan penyajian
Setelah dingin, rengginang siap disajikan atau disimpan dalam toples kedap udara.
Acara ini juga akan menampilkan berbagai varian rengginang yang telah diadaptasi sesuai selera masyarakat modern. Contohnya, ada rengginang dengan rasa pedas, manis, atau bahkan rasa rempah khas daerah lain. Namun, yang paling diminati tetaplah rengginang terasi yang memiliki aroma dan rasa yang khas.
Selain itu, acara ini juga akan dilengkapi dengan demo masak oleh para pengrajin lokal, serta pameran produk olahan rengginang yang telah diproduksi. Peserta bisa langsung mencoba rengginang segar dan membeli produk-produk yang tersedia.
“Kami ingin masyarakat lebih mengenal dan menghargai produk lokal seperti rengginang. Selain rasanya yang enak, rengginang juga memiliki nilai budaya yang tinggi,” kata Kepala Desa setempat, Bapak Amin.
Dalam rangka menyambut acara ini, masyarakat Kecamatan Pare juga telah melakukan persiapan yang matang. Mulai dari pemasangan dekorasi, pengaturan tempat, hingga penyiapan alat dan bahan produksi. Bahkan, beberapa warga setempat telah membuat kemasan khusus untuk rengginang agar lebih menarik dan tahan lama.
Acara ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga warisan budaya melalui kuliner. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang promosi wisata dan ekonomi kreatif di wilayah tersebut.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengunjungi website resmi Kecamatan Pare atau mengikuti akun media sosial mereka. Acara ini akan digelar di Halaman Kantor Desa Pare, mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.





