KediriNews.com – Pada hari Jumat, 8 Mei 2025, sebuah peristiwa yang memicu keributan terjadi dalam ajang lomba burung berkicau di Kecamatan Ngasem. Acara yang seharusnya menjadi momen bersenang-senang bagi para penggemar burung kicau justru berakhir dengan protes keras dari peserta lomba terhadap dugaan ketidakadilan dari juri. Peristiwa ini menimbulkan kegaduhan dan memicu diskusi panjang di kalangan masyarakat setempat.
“Kami merasa diperlakukan tidak adil. Ada indikasi bahwa juri memihak salah satu peserta,” ujar salah satu peserta lomba yang enggan disebut namanya. Ia mengatakan bahwa hasil penilaian yang diberikan oleh juri dinilai tidak sesuai dengan performa burung yang ditampilkan. Hal ini membuat beberapa peserta lainnya ikut menyampaikan keluhan mereka secara lisan dan tertulis.
Latar Belakang Acara

Lomba burung berkicau merupakan salah satu acara populer di kalangan masyarakat pecinta burung kicau. Di Kecamatan Ngasem, lomba ini sering kali digelar sebagai bagian dari even tahunan yang bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan dan memberi wadah bagi para penghobi burung kicau untuk menunjukkan kemampuan mereka. Tahun ini, lomba digelar pada tanggal 8 Mei 2025, yang juga diperingati sebagai malam Jumat Legi, yang memiliki makna penting dalam tradisi Jawa.
Meskipun acara tersebut dijadwalkan berlangsung dengan lancar, situasi berubah drastis saat para peserta mulai merasa tidak puas dengan penilaian yang diberikan oleh juri. Beberapa peserta bahkan mengklaim bahwa ada upaya memengaruhi hasil lomba agar mendukung satu pihak tertentu.
Penyebab Keributan
Sumber lokal yang diwawancarai oleh KediriNews.com mengatakan bahwa keributan terjadi karena adanya dugaan manipulasi skor oleh juri. “Banyak peserta yang merasa hasil penilaian tidak objektif. Kami melihat ada kecenderungan juri memihak satu atau dua peserta,” kata seseorang yang mengaku sebagai anggota panitia.
Selain itu, beberapa peserta juga mengeluhkan kurangnya transparansi dalam proses penilaian. Mereka menilai bahwa mekanisme penilaian tidak jelas, sehingga sulit untuk memahami alasan di balik penilaian yang diberikan. Hal ini memicu ketidakpuasan dan akhirnya berujung pada protes yang dilakukan oleh sebagian peserta.
Reaksi dari Pihak Panitia
Menanggapi kejadian ini, pihak panitia lomba mengklaim bahwa mereka telah melakukan penilaian secara objektif. “Kami menjalankan proses penilaian sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Tidak ada intervensi dari pihak mana pun,” ujar Ketua Panitia Lomba Burung Berkicau Kecamatan Ngasem.
Namun, klaim ini tidak sepenuhnya dapat memuaskan para peserta. Banyak dari mereka yang tetap merasa tidak puas dan meminta agar dilakukan investigasi lebih lanjut terkait dugaan ketidakadilan dalam penilaian. Sejumlah peserta bahkan menyampaikan surat protes resmi kepada pihak panitia.
Langkah Selanjutnya
Dalam waktu dekat, pihak panitia akan menggelar rapat untuk membahas keluhan yang diajukan oleh peserta. Mereka berjanji akan mencari solusi yang adil bagi semua pihak. Sementara itu, beberapa peserta mengajukan permohonan agar hasil lomba diulang atau diambil tindakan tegas terhadap juri yang diduga melakukan kecurangan.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi penyelenggara acara untuk lebih meningkatkan transparansi dan objektivitas dalam setiap penilaian. Dengan demikian, harapan besar diucapkan agar lomba burung berkicau di Kecamatan Ngasem dapat terus berjalan dengan baik dan tanpa konflik.










