KediriNews.com – Seorang petani di Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, tewas setelah tersengat aliran listrik dari jebakan tikus yang dipasang di sawah miliknya. Insiden tragis ini terjadi pada hari Jumat, 25 Mei 2025, dan menimbulkan kekacauan di kalangan masyarakat sekitar.
“Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan oleh warga setempat kepada pihak berwajib sekitar pukul 14.30 WIB,” ujar Kepala Desa setempat, Budi Santoso. “Saat ditemukan, korban dalam kondisi tidak sadarkan diri dan langsung dievakuasi ke Puskesmas terdekat.”
Menurut keterangan saksi mata, korban bernama Taselem (58 tahun) sempat mengunjungi sawahnya sebelum insiden terjadi. Ia diperkirakan sedang memeriksa jebakan tikus yang telah dipasang beberapa hari sebelumnya. Namun, saat mencoba memperbaiki kabel atau alat jebakan, aliran listrik tiba-tiba menyala dan menyerang tubuhnya.
“Tidak ada tanda-tanda bahaya sebelumnya. Korban tampak biasa-biasa saja, lalu tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri,” tambah salah satu tetangga korban, Siti Rohmah.
Penyebab dan Kondisi TKP
Setelah mendapat laporan, pihak kepolisian dan tenaga medis segera mendatangi lokasi kejadian. Di tempat kejadian, ditemukan sejumlah peralatan jebakan tikus beraliran listrik yang masih terhubung dengan kabel. Dari hasil pemeriksaan awal, dugaan sementara adalah aliran listrik yang tidak terputus akhirnya menyebabkan korban tersengat.
“Kami juga menemukan kabel yang tergeletak di dekat area sawah, mungkin karena rusak atau terlepas dari tiang penyangga,” kata Kepala Seksi Humas Polres Kediri, Ipda M Hamzaid. “Ini bisa menjadi penyebab utama kejadian tersebut.”
Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban untuk memastikan penyebab kematian. Hasil sementara menunjukkan bahwa korban meninggal akibat luka bakar dan kerusakan jaringan saraf akibat arus listrik tinggi.
Imbauan dan Langkah Pencegahan
Atas kejadian ini, pihak kepolisian dan dinas pertanian setempat memberikan imbauan kepada para petani untuk lebih waspada dan menghindari penggunaan jebakan tikus beraliran listrik. Penggunaan alat seperti ini sangat berbahaya, terutama jika tidak dikelola dengan benar.
“Kami mengimbau agar petani mencari alternatif lain untuk mengendalikan hama tikus, seperti menggunakan metode alami atau mekanik,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kediri, Dr. Arif Hidayat. “Keselamatan jiwa jauh lebih penting daripada hasil panen.”
Beberapa metode pengendalian hama tikus yang disarankan antara lain:
1. Gropyokan: Cara tradisional dengan mengumpulkan tikus secara manual.
2. Emposan: Menggunakan bahan kimia yang aman untuk mengusir tikus.
3. Rumah Burung Hantu: Program inovatif yang membantu mengurangi populasi tikus secara alami.

Kekhawatiran akan Penggunaan Jebakan Tikus Listrik
Insiden ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, di wilayah Lamongan dan Bojonegoro, serupa kasus petani tewas akibat jebakan tikus listrik. Hal ini menunjukkan bahwa masalah ini sudah menjadi isu serius yang perlu segera ditangani.
Dinas Pertanian Kediri akan segera melakukan sosialisasi terkait bahaya penggunaan jebakan listrik kepada para petani. Selain itu, pihak berwenang juga akan memperkuat pengawasan terhadap penggunaan alat-alat yang berpotensi membahayakan keselamatan.
“Kita harus menjaga keamanan di tengah kehidupan pertanian. Jangan sampai keuntungan ekonomi mengorbankan nyawa,” tutup Kepala Dinas Pertanian.
Hashtag Terkait





