KediriNews.com – Sebuah penemuan menarik kembali menggemparkan dunia sejarah di Jawa Timur. Pada tanggal 15 April 2025, seorang petani di Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, menemukan bata merah yang diduga berasal dari masa Kerajaan Majapahit. Penemuan ini memicu antusiasme para ahli sejarah dan masyarakat setempat, karena memberikan bukti baru tentang keberadaan peradaban kuno di wilayah tersebut.
“Saya sedang membersihkan lahan pertanian saat tiba-tiba melihat benda aneh di tanah,” ujar Suryadi, petani yang menemukan bata merah tersebut. “Awalnya saya pikir itu batu biasa, tapi setelah diperiksa lebih lanjut, saya sadar ini bata kuno.”
Bata merah yang ditemukan memiliki ukuran besar dan tekstur yang berbeda dengan bata modern. Hal ini menunjukkan bahwa bata tersebut dibuat dengan teknik tradisional dan kemungkinan besar berasal dari era kerajaan yang pernah menjajah kawasan ini. Menurut pengakuan Suryadi, ia langsung melaporkan temuannya kepada pihak berwajib dan lembaga budaya setempat.
Temuan yang Mengguncang Dunia Arkeologi

Penemuan bata merah ini tidak hanya menjadi perhatian warga sekitar, tetapi juga menarik perhatian para arkeolog dan ahli sejarah. Dr. Rizki Arief, seorang ahli sejarah dari Universitas Negeri Malang, menyampaikan bahwa temuan ini bisa menjadi kunci untuk memahami struktur bangunan dan sistem pengairan yang digunakan pada masa kerajaan.
“Bata merah ini sangat mirip dengan bata yang ditemukan di Situs Nglinguk I di Mojokerto. Ini menunjukkan bahwa daerah ini pernah menjadi bagian dari jaringan infrastruktur yang luas dan terencana,” ujar Dr. Rizki dalam sebuah wawancara.
Ia menambahkan bahwa penemuan ini juga membuka kemungkinan adanya situs-situs lain yang masih tersembunyi di sekitar lokasi. “Kita harus melakukan ekskavasi lebih lanjut untuk memastikan apakah ada struktur bangunan lain yang terkubur di bawah tanah.”
Peran Petani sebagai Pelindung Warisan Budaya
Sejarah telah membuktikan bahwa banyak penemuan penting di Indonesia bermula dari aktivitas petani. Di Kecamatan Pagu, petani seperti Suryadi tidak hanya bertugas memproduksi pangan, tetapi juga menjadi pelindung warisan budaya yang tak ternilai harganya.
“Kami tidak hanya bertani, tapi juga menjaga kelestarian sejarah daerah kami,” kata Suryadi. “Jika ada sesuatu yang menarik, kami selalu melaporkannya agar bisa dipelajari dan dilindungi.”
Pernyataan ini mencerminkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian budaya. Bahkan, beberapa petani di daerah ini sudah lama menjadi mitra bagi lembaga budaya dalam menjaga situs-situs sejarah yang ada di sekitar mereka.
Upaya Pelestarian dan Pengembangan Wisata Budaya

Setelah penemuan bata merah ini, pemerintah daerah dan lembaga budaya mulai merancang langkah-langkah pelestarian dan pengembangan wisata budaya di Kecamatan Pagu. Salah satu rencana yang sedang dipertimbangkan adalah pembuatan jalur wisata yang menghubungkan situs-situs sejarah di wilayah ini.
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Kediri, Eko Prianto, penemuan ini bisa menjadi momentum untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap sejarah lokal. “Kita perlu memperkenalkan situs-situs sejarah ini kepada generasi muda agar mereka bisa lebih memahami dan melestarikannya,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga berencana mengadakan pelatihan bagi masyarakat setempat tentang cara merawat dan menjaga situs-situs sejarah. “Ini akan menjadi bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga warisan budaya,” tambah Eko.
Kesimpulan
Penemuan bata merah era Majapahit di Kecamatan Pagu pada 15 April 2025 adalah sebuah momen penting dalam dunia sejarah dan budaya Indonesia. Selain memberikan informasi baru tentang struktur bangunan dan teknologi masa lalu, penemuan ini juga mengingatkan kita akan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya.
Dengan kolaborasi antara petani, lembaga budaya, dan pemerintah daerah, harapan besar dapat diwujudkan untuk mengembangkan wisata budaya yang berkelanjutan dan edukatif. Semoga penemuan ini menjadi awal dari banyak penemuan lain yang akan mengungkap kekayaan sejarah Indonesia.





