KediriNews.com – Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2025 kembali menjadi momen penting bagi umat Muslim di berbagai daerah, termasuk di Masjid Agung Kecamatan Kota. Salah satu tradisi yang paling menarik dan khas adalah perayaan “Gunungan Jajan Pasar” yang dilakukan pada 15 September 2025. Tradisi ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap kelahiran Nabi, tetapi juga sebagai wujud kebersamaan dan kerja sama antar warga.
Tradisi gunungan memang sudah lama dikenal dalam perayaan Maulid Nabi, khususnya di wilayah Jawa. Di Yogyakarta dan sekitarnya, misalnya, ada tradisi Grebeg Maulud yang melibatkan pembuatan gunungan hasil bumi yang dibagikan kepada masyarakat. Di Kecamatan Kota, tradisi serupa diadakan dengan cara yang khas, yaitu dengan membuat gunungan berisi jajan pasar yang kemudian direbutkan oleh warga.
Pada acara tahun ini, warga akan berkumpul di Masjid Agung Kecamatan Kota untuk menyaksikan prosesi pembuatan dan penyerahan gunungan. Mereka juga akan mengikuti berbagai kegiatan spiritual seperti shalawat, dzikir, dan pengajian. Selain itu, banyak warga yang datang untuk ikut serta dalam tradisi rebutan jajan pasar yang telah menjadi bagian dari ritual tahunan.
“Tradisi ini tidak hanya sekadar hiburan, tapi juga bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat, Ustadz Amin.
Berikut beberapa hal yang menjadi ciri khas dari perayaan Maulid Nabi di Masjid Agung Kecamatan Kota:
-
Persiapan yang Matang
Warga mulai mempersiapkan gunungan jajan pasar beberapa hari sebelum acara. Mereka memilih jenis jajan yang biasa disajikan dalam pasar tradisional, seperti kue-kue, keripik, dan buah-buahan. Setiap jajan ditempatkan dalam wadah khusus yang dihias dengan indah. -
Prosesi Pembuatan Gunungan
Prosesi pembuatan gunungan dilakukan secara gotong royong. Para ibu-ibu dan pemuda bekerja sama untuk merakit dan menghias gunungan agar terlihat menarik. Proses ini juga menjadi ajang silaturahmi antar warga. -
Acara Rebutan Jajan Pasar
Puncak acara adalah prosesi rebutan jajan pasar yang digelar di depan masjid. Saat gunungan diletakkan di tengah lapangan, warga berlarian untuk mengambil jajan yang tersedia. Acara ini dinilai sebagai bentuk kegembiraan dan kebersamaan. -
Kegiatan Spiritual
Selain acara rebutan, perayaan juga diisi dengan kegiatan spiritual seperti shalawat dan dzikir. Berbagai tokoh agama dan pemuda juga turut serta dalam memimpin doa dan pengajian. -
Partisipasi Masyarakat
Partisipasi masyarakat sangat tinggi. Banyak warga yang datang dari berbagai lingkungan untuk ikut serta dalam perayaan. Bahkan, beberapa dari mereka membawa anak-anak untuk ikut merasakan suasana tradisi ini.
Perayaan Maulid Nabi di Masjid Agung Kecamatan Kota tidak hanya menjadi ajang kegembiraan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat persatuan dan kesadaran akan nilai-nilai keagamaan. Dengan adanya tradisi gunungan jajan pasar, masyarakat bisa merasakan kebersamaan dan semangat gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas budaya Indonesia.
Sebagai informasi tambahan, tanggal 15 September 2025 jatuh pada hari Minggu, sehingga perayaan ini akan berlangsung dalam suasana yang lebih longgar dan penuh kegembiraan. Meskipun demikian, para pengurus masjid tetap menjaga kekhusyukan dalam pelaksanaan kegiatan spiritual.

Dalam rangkaian acara, juga akan diadakan pameran seni budaya dan kuliner lokal. Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan potensi ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan partisipasi warga dalam kegiatan sosial.
Dengan adanya tradisi unik ini, perayaan Maulid Nabi di Masjid Agung Kecamatan Kota tidak hanya menjadi momen keagamaan, tetapi juga menjadi ajang pelestarian budaya dan kebersamaan. Semoga tradisi ini dapat terus dilestarikan dan menjadi contoh bagi daerah lain.





